Situs Islam yang Dihancurkan Wahabi Setelah Merebut Kekuasaan di Hijaz

 


Ahad, 1 Maret 2026

Faktakini.info

Baik. Kita bahas dua hal: (1) situs yang dihancurkan/diratakan, dan (2) bagaimana praktik haji berubah dari era Ottoman ke era Saudi modern.

1️⃣ Situs yang Dihancurkan / Diratakan

📍 Di Madinah

🔹 Pemakaman Jannat al-Baqi

Jannat al-Baqi

Dihancurkan pertama kali saat ekspansi Saudi awal (1806).

Setelah Ottoman kembali berkuasa, sebagian dibangun ulang.

Diratakan lagi pada 1925 saat penguasaan Hijaz oleh pasukan Ibn Saud.

Kubah dan bangunan makam keluarga Nabi serta sahabat dihilangkan.

🔹 Makam & Penanda Sejarah Lain

Beberapa penanda makam sahabat dan lokasi sejarah dihilangkan karena dianggap berpotensi menjadi objek pengkultusan.

📍 Di Makkah

🔹 Area Sekitar Masjidil Haram

Masjidil Haram

Banyak bangunan tua, rumah bersejarah, dan situs lokal diratakan dalam proyek perluasan besar (abad ke-20 hingga kini).

🔹 Jabal Abu Qubais & Rumah Bersejarah

Beberapa rumah yang diyakini terkait sejarah awal Islam juga hilang akibat pembangunan modern.

🧠 Alasan Resmi Pemerintah Saudi

Mencegah syirik dan kultus makam

Menghilangkan praktik tawassul yang dianggap menyimpang

Modernisasi dan perluasan untuk jamaah haji yang terus meningkat

2️⃣ Perubahan Praktik Haji: Ottoman vs Saudi Modern

🔹 Era Ottoman (hingga awal abad 20)

Mazhab empat hidup berdampingan.

Ada halaqah tasawuf.

Ziarah makam Nabi dan situs sejarah sangat umum.

Beragam tradisi lokal jamaah dari India, Afrika, Nusantara.

🔹 Era Saudi (sejak 1925–1932)

Di bawah Kerajaan Arab Saudi:

✅ Yang Tetap:

Rukun dan manasik haji tetap sama (tidak berubah).

🔄 Yang Berubah:

Larangan doa tertentu di kuburan.

Pembatasan perayaan maulid di tanah suci.

Penyeragaman khutbah dan materi dakwah sesuai manhaj resmi.

Penghilangan simbol-simbol arsitektur makam.

🎯 Intinya

✔ Secara ritual haji → tidak berubah (tetap sesuai fiqh).

✔ Secara budaya dan praktik ziarah → jauh lebih dibatasi dibanding era Ottoman.

✔ Secara arsitektur → banyak situs lama hilang karena kombinasi faktor teologi & pembangunan modern.