MUI Kecam Serangan AS-Israel, Sampaikan Duka Mendalam atas Syahidnya Sayyid Ali Khamenei

 



Senin, 2 Maret 2026

Faktakini.info, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi mengecam keras serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang dinilai telah memicu eskalasi konflik regional dan mengancam perdamaian sejati. 

Majelis Ulama Indonesia/MUI mempertanyakan efektivitas keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP), sebuah inisiatif yang melibatkan Amerika Serikat karenabmenurut MUI, strategi tersebut tidak menunjukkan komitmen terhadap perdamaian yang adil dan bahkan memperkuat arsitektur keamanan yang timpang serta gagal membantu perjuangan kemerdekaan Palestina. Karena itu, MUI mendesak pemerintah mencabut keanggotaan Indonesia dari BoP. 

MUI juga menilai tindakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan sekutunya telah merusak tatanan perdamaian dunia dan menunjukkan bahwa BoP semakin kehilangan legitimasi sebagai alat perdamaian sejati. MUI juga menegaskan Trump sejatinya adalah perusak Perdamaian itu sendiri.

Dalam suasana bulan Ramadan yang seharusnya menjadi momentum perdamaian, MUI menyampaikan duka atas jatuhnya korban, mengutuk tindakan militer yang dianggap bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan hukum internasional, serta menegaskan pentingnya menjaga ketertiban dunia berdasarkan prinsip keadilan dan perdamaian sebagaimana diamanatkan UUD 1945 dan Piagam PBB.

MUI juga menilai bahwa rangkaian serangan dan balasan berpotensi memicu konflik regional yang lebih luas serta memperdalam ketidakstabilan kawasan. Situasi ini dipandang bukan sebagai insiden terpisah, melainkan bagian dari konfigurasi geopolitik yang lebih besar, termasuk kaitannya dengan konflik Israel–Palestina. Karena itu, MUI mendorong penghentian segera aksi militer, penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta perlindungan maksimal terhadap warga sipil sesuai hukum internasional.

Lebih lanjut, MUI mengajak umat Islam untuk memperkuat doa dan solidaritas kemanusiaan, serta menyerukan kepada pemerintah Indonesia, PBB, dan OKI agar mengambil langkah konkret demi meredakan ketegangan dan mencegah perang yang lebih luas. Pada akhirnya, pernyataan ini menegaskan bahwa perdamaian abadi dan keadilan global harus menjadi tujuan bersama, karena peperangan hanya akan membawa kerusakan dan kemudaratan bagi umat manusia.