Makna Idul Fitri dalam pemikiran HOS Tjokroaminoto (Sayyid Idrus Ali al Habsyi. S. Fil.I)
Sabtu, 21 Maret 2026
Faktakini.info
Makna Idul Fitri dalam pemikiran HOS Tjokroaminoto
(Sayyid Idrus Ali al Habsyi. S. Fil.I)
Menurut HOS Tjokroaminoto makna Idul Fitri tidak hanya sebatas perayaan setelah puasa, tetapi memiliki makna yang dalam secara spritual dan sosial. Diantara makna dari Idul Fitri adalah
1.Kembali kepada kesucian (fitrah). Untuk kita bisa menjadi fitrah dan mendapatkan kemenangan sejati ialah mengendalikan nafsu, serta bisa menjaga benteng diri kita dari tipu daya iblis
2.Penguatan solidaritas sosial, yaitu Idul Fitri memompa semangat persaudaraan, kepedulian terhadap kaum yang lemah, keadilan sosial. Jadi Idul Fitri harus membawa dampak bagi kita untuk ada rasa kepedulian kepada saudara kita yang lemah dan yang terzalimi. Begitu juga Idul Fitri harus bisa membawa pada persatuan ummat
3.Persatuan Ummat. Idul Fitri harus bisa membawa pada persatuan Ummat. Persatuan hanya bisa terbangun dengan adanya kebersamaan dan rasa cinta serta keadilan. HOS Tjokroaminoto mengatakan kita disatukan oleh Islam, tidak memandang perbedaan ras, suku, bahasa dll. Karena untuk mendapat pertolongan Allah SWT salah satunya dengan kita bersatu.
Kunci persatuan ialah bagaimana kalian membela kepentingan rakyat dan ummat, seperti kalian membela diri kalian sendiri. Islam mengajarkan kita untuk saling mengenal dan bersatu. Sebagaimana dalam surat al Hujurat ayat 13 (Hai manusia sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki laki dan seorang perempuan dan menjadikanmu berbangsa bangsa dan bersuku suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui dan maha mengenal)
HOS Tjokroaminoto pernah mengatakan. Tersesatlah orang yang mengaku nasionalis, tetapi memisahkan antara agama dan negara
