Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, TNI Tetapkan 4 Tersangka dari BAIS!

 


Rabu, 18 Maret 2026

Faktakini.info, Jakarta - Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, mengalami perkembangan signifikan dalam 24 jam terakhir. Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI resmi menahan empat anggota TNI aktif sebagai tersangka pelaku. Mereka berasal dari Denma Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI .

Komandan Puspom TNI Mayor Jenderal Yusri Nuryanto mengungkapkan keempat tersangka berinisial :

1. Kapten NDP – TNI Angkatan Laut

2. Lettu SL – TNI Angkatan Udara

3. Lettu BHW – TNI Angkatan Udara

4. Serda ES – TNI Angkatan Laut

Dari empat orang tersebut, tiga di antaranya berpangkat perwira dengan pangkat tertinggi kapten. Saat ini mereka ditahan di Rutan Pomdam Jaya/Jayakarta dalam sel khusus pengamanan maksimum (super security maximum). 

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa aksi ini telah dipersiapkan secara terencana. Rekaman CCTV mengungkap:

· Pukul 16.32 WIB: Terduga pelaku sudah berada di lokasi dengan mengenakan kemeja batik biru—pakaian yang sama saat eksekusi .

· Pukul 17.18 WIB: Polisi berhasil menangkap potongan video yang memperlihatkan wajah salah satu eksekutor dengan jelas .

Para pelaku bahkan telah membuntuti korban sejak dari Kantor YLBHI, termasuk saat Andrie mengisi bensin di SPBU Cikini, sebelum akhirnya mengeksekusi di Jalan Salemba I, tepatnya di persimpangan Talang, sekitar pukul 23.37 WIB .

Keempat tersangka dijerat dengan Pasal 467 KUHP Ayat 1 dan 2 tentang penganiayaan yang direncanakan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara .

Puspom TNI berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya dalam penanganan kasus ini. Polda sendiri sebelumnya telah mengidentifikasi dua inisial terduga pelaku, yakni BHC dan MAK, namun membuka kemungkinan jumlah pelaku lebih dari empat orang. 

Hingga kini, pihak TNI masih mendalami motif di balik aksi kekerasan ini. Danpuspom Mayjen Yusri Nuryanto memohon publik bersabar karena proses pengumpulan saksi dan bukti masih berlangsung. 

Namun, yang patut dicermati, para pelaku berasal dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI . Sementara Andrie Yunus dikenal sebagai aktivis yang getol menolak RUU TNI dan mengkritik upaya militerisasi ruang sipil. 

Mayjen Yusri menegaskan kasus ini akan ditangani secara profesional dan transparan.

"Puspom TNI akan bekerja secara profesional, kemudian akan transparan. Yakin itu akan kita sampaikan secara transparan, jadi enggak ada yang ditutup-tutupi," ujarnya. 

Ia juga menyatakan akan mengundang media pada setiap tahap perkembangan kasus, termasuk hingga proses persidangan. 

Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 24 persen di beberapa bagian tubuh, termasuk tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta mata . Saat ini ia masih menjalani perawatan intensif di RSCM.

Publik kini menanti apakah akan terungkap aktor intelektual di balik serangan ini. Komisi III DPR dan Komnas HAM telah mendesak agar kasus ini diusut tuntas hingga ke otak pelaku, bukan sekadar eksekutor lapangan .

Kita akan terus memantau perkembangan kasus ini.

---

Andrian Saputra 

2 hari menjelang Lebaran

#AndrieYunus #HAM #PenyiramanAirKeras #KontraS