Iran Sampaikan Duka dan Kecaman atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
Iran Sampaikan Duka dan Kecaman atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
Kabar duka datang dari misi perdamaian dunia. Seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilaporkan gugur dalam insiden serangan artileri di wilayah Lebanon selatan pada akhir pekan, saat menjalankan tugas sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB.
Prajurit tersebut tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Dalam kejadian yang sama, tiga prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka akibat dampak serangan yang menghantam area penugasan kontingen Indonesia.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia telah mengonfirmasi insiden tersebut, sekaligus menyampaikan duka mendalam atas gugurnya prajurit TNI. Pemerintah juga mendesak dilakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel terhadap serangan yang menyasar posisi UNIFIL tersebut.
Reaksi internasional turut bermunculan. Melalui pernyataan resmi di media sosial, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Indonesia.
“Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyampaikan belasungkawa terdalam kepada Pemerintah dan rakyat Indonesia atas kehilangan tragis seorang pasukan penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di bawah UNIFIL.”
Iran juga mengecam keras insiden tersebut dengan menyatakan:
“Kami mengutuk keras tindakan keji ini, yang merupakan konsekuensi langsung dari agresi Israel yang berkelanjutan, yang dilakukan dengan keterlibatan dan dukungan penuh dari Amerika Serikat. Menargetkan pasukan penjaga perdamaian adalah pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa hukuman.”
Secara terpisah, pihak UNIFIL sebelumnya melaporkan bahwa seorang penjaga perdamaian tewas akibat ledakan proyektil di salah satu pos mereka di Lebanon selatan, sementara personel lainnya mengalami luka serius. Hingga kini, penyebab pasti dan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut masih dalam proses penyelidikan.
Insiden ini kembali menegaskan tingginya risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik aktif, di tengah meningkatnya eskalasi ketegangan di kawasan tersebut.
Sumber:
Metro TV
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
United Nations Interim Force in Lebanon
Pernyataan resmi Kedutaan Besar Iran (media sosial)
Foto: Dubes Iran untuk Indonesia Mohammef Boroujerdi
