Foto Kenangan Almaghfurlah KH. Ma’sum Achmad Hasan & Almaghfurlah KH. Jamaluddin Rahman bersama Imam Besar Habib Rizieq Shihab.

 


Ahad, 15 Maret 2026

Faktakini.info

Catatan : Yogi Nugraha

Foto Kenangan

Almaghfurlah KH. Ma’sum Achmad Hasan & Almaghfurlah KH. Jamaluddin Rahman

bersama Imam Besar Habib Rizieq Shihab.

Di dalam foto ini, waktu seakan berhenti…

tiga sosok yang pernah berdiri bersama dalam barisan perjuangan Islam.

Namun hari ini, dua di antara mereka telah lebih dulu kembali kepada Allah SWT.

Almaghfurlah KH. Ma’sum Achmad Hasan dan Almaghfurlah KH. Jamaluddin Rahman…

nama yang bagi kami bukan sekadar ulama.

Beliau adalah guru, orang tua, dan pelindung dalam jalan dakwah.

Masih terbayang suara nasihatnya yang lembut,

tatapan teduhnya yang penuh kasih kepada murid-muridnya,

serta keberaniannya berdiri di barisan terdepan membela agama Allah.

Beliau mengajarkan kami arti ikhlas, mengajarkan kami arti perjuangan, dan mengajarkan kami bahwa hidup yang mulia adalah hidup yang dipersembahkan untuk Islam.

Kini…

suara itu telah sunyi, langkah itu telah berhenti,

dan kami hanya bisa menatap foto ini dengan mata yang basah.

Betapa berat kehilangan ini…

seakan sebagian cahaya dalam hidup kami ikut padam.

Karena bagi kami, beliau bukan hanya guru yang mengajarkan ilmu, tetapi orang tua yang menuntun hati kami menuju Allah.

Belum kering luka di hati kami…

baru setahun kami ditinggal oleh guru kami tercinta,

Almaghfurlah KH. Ma’sum Achmad Hasan.

Kini… hari ini…

Allah kembali memanggil guru kami yang lain,

Almaghfurlah KH. Jamaluddin Rahman.

Seakan hati ini kembali diingatkan bahwa para pejuang dakwah satu demi satu sedang dipanggil pulang menghadap Rabb yang mereka cintai.

Yang tersisa bagi kami hanyalah kenangan, air mata, dan doa, serta amanah perjuangan yang kini berada di pundak kami.

Namun kami yakin…

orang-orang yang menghabiskan hidupnya untuk dakwah dan perjuangan Islam

tidak pernah benar-benar pergi.

Doa para santri,

amal jariyah dari ilmu yang beliau ajarkan, serta langkah perjuangan murid-muridnya akan terus mengalirkan pahala untuk beliau hingga hari akhir.

Ya Allah…

ampuni dosa-dosa guru kami, lapangkan kuburnya seluas langit dan bumi, terangi alam barzakh dengan cahaya iman, dan kumpulkan beliau bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh.

Dan bagi kami yang ditinggalkan… hanya air mata dan doa yang mampu kami persembahkan.

Selamat jalan guru-guru kami tercinta… Jasamu akan selalu hidup di hati kami, dan perjuanganmu akan kami lanjutkan sampai akhir hayat kami.

Selamat Jalan Pejuang…

Semoga Senang dan Menang di sisi Yang Maha Penyayang.

Bi Sirril Fatihah…

Al-Fatihah. 🤲