Buletin ke-10 DPD FPI Jabar: Soroti Sikap Indonesia terhadap Amerika, Israel, dan Konflik Iran
Jum'at, 6 Maret 2026
Faktakini.info, Jakarta - Dewan Pimpinan Daerah Front Persaudaraan Islam (DPD FPI) Jawa Barat menerbitkan Buletin Edisi ke-10 pada 16 Ramadhan 1447 H / 6 Maret 2026 yang menyoroti kondisi politik nasional dan internasional, khususnya sikap pemerintah Indonesia terhadap Amerika Serikat, Israel, serta dinamika konflik di Timur Tengah.
Dalam buletin tersebut disebutkan bahwa situasi Indonesia saat ini dinilai sedang berada dalam kondisi yang tidak menentu, baik dari sisi politik nasional maupun internasional. Penulis buletin menilai terdapat kekhawatiran bahwa Indonesia terlalu dekat dengan kepentingan Amerika Serikat dan Israel, khususnya dalam berbagai kerja sama internasional yang dianggap dapat merugikan kepentingan umat Islam.
Buletin tersebut juga menyoroti isu rencana pengiriman tentara Indonesia ke Gaza. Menurut pandangan yang disampaikan, jika pengiriman pasukan hanya untuk menjaga perbatasan antara Israel dan Palestina maka tidak menjadi masalah. Namun jika hal tersebut merupakan bagian dari skema politik internasional yang dapat melemahkan perjuangan rakyat Palestina, maka dikhawatirkan akan menimbulkan konflik baru.
Selain itu, buletin tersebut menyinggung situasi geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Disebutkan bahwa serangan Amerika dan Israel di kawasan tersebut telah menimbulkan banyak korban, termasuk tokoh-tokoh penting serta masyarakat sipil.
Dalam buletin tersebut juga disampaikan beberapa nasihat kepada pemerintah Indonesia terkait sikap politik luar negeri agar tidak terlalu bergantung kepada kekuatan besar dunia yang dianggap menindas umat Islam.
Sebagai penutup, buletin tersebut menegaskan bahwa dukungan terhadap negara yang melawan dominasi Amerika Serikat tidak berarti mengikuti seluruh kebijakan negara tersebut, melainkan sebagai bentuk sikap terhadap ketidakadilan global yang dirasakan oleh sebagian umat Islam.
TRANSKRIP ISI BULETIN
BULETIN DPD FPI JAWA BARAT
Edisi ke-10 – 16 Ramadhan 1447 H / 6 Maret 2026
Situasi Indonesia saat ini tidak menentu, baik politik nasional maupun internasional. Kita sedang menghadapi kondisi yang sangat berat.
Pertama, kondisi nasional. Pemerintah kita ikut serta dalam sebuah lembaga yang dibangun oleh Amerika, di mana Israel juga dilibatkan dengan dalih perdamaian Palestina. Padahal kita tidak pernah percaya kepada Amerika maupun Israel, tetapi pemerintah justru percaya.
Kita ditekan dan ditindas. Barang-barang mereka masuk ke negeri kita bebas pajak, sementara barang-barang kita dikenakan pajak tinggi. Untuk barang asing pajaknya nol, tetapi untuk bangsa sendiri pajaknya tinggi.
Minimal Indonesia, kalau memang takut melawan Amerika, lebih baik diam. Tidak perlu memuji Amerika. Tidak perlu ikut barisan Amerika. Jika tidak, kita bisa dianggap sebagai pengkhianat perjuangan Islam.
Pesan kepada Presiden: sudah waktunya Bapak Presiden Prabowo keluar dari “board of peace”. Jangan mau diperbudak dan ditindas Amerika. Jangan bermanis-manis dengan Amerika. Jaga harga diri dan martabat bangsa Indonesia serta TNI, jangan sampai menjadi pengkhianat.
Kondisi seperti ini bisa meledak kapan saja. Jika pemerintah terus patuh kepada Amerika dan Israel, hal itu sangat berbahaya bagi eksistensi umat Islam sebagai penduduk mayoritas di Indonesia.
Selanjutnya, menyikapi rencana pengiriman tentara Indonesia ke Gaza. Jika sekadar menjaga perbatasan antara Israel dan Palestina, tidak masalah. Tetapi “board of peace” yang dibangun oleh Trump punya tujuan berbahaya, selain membuat Israel makin kuat juga melucuti para mujahidin.
Jika TNI datang hanya untuk menjaga perbatasan silakan saja. Namun jika untuk melucuti para mujahidin, mereka akan melawan. Bayangkan jika Hamas berperang melawan TNI, betapa memalukan bagi bangsa kita.
Habib Rizieq menyampaikan nasihat penting untuk Presiden Indonesia tentang lima hal yang haram:
Haram tunduk kepada Amerika dan Israel.
Haram menghianati perjuangan umat Islam.
Haram mengirim TNI untuk melemahkan perjuangan kaum muslimin.
Haram memuji Amerika yang menindas umat Islam.
Haram menjadikan Indonesia alat kepentingan asing.
Adapun solusi dari Habib Rizieq terkait perang Iran vs Amerika: dalam pandangan beliau, umat Islam harus mendukung pihak yang melawan kezaliman Amerika dan Israel.
Karena itu, dalam perang antara Iran dan Amerika, umat Islam seharusnya berpihak kepada Iran sebagai negara yang berani menentang hegemoni Amerika dan membela kepentingan umat Islam.
Dukungan ini bukan berarti mengikuti semua kebijakan Iran, tetapi menegaskan sikap bahwa umat Islam tidak boleh berada di barisan Amerika yang menindas umat Islam di berbagai negara.
Negara-negara Arab pun telah menyediakan pangkalan militer untuk Amerika. Iran mengancam jika Amerika menggunakan tanah Arab sebagai markas, maka Iran akan menyerang markas tersebut. Namun negara-negara Arab justru marah kepada Iran.
Catatan penting: Mendukung Iran tidak otomatis menjadi Syiah, tetapi mendiamkan kezaliman Amerika dan Israel adalah bentuk kelemahan dan pengkhianatan terhadap perjuangan umat Islam.
