Analisa al Qur'an mengenai Psikologis Orang orang Kafir pembenci Islam dan para munafiqun (Sayyid Idrus Ali al Habsyi. S.Fil.I)

 


Selasa, 3 Maret 2026

Faktakini.info

Analisa al Qur'an mengenai Psikologis Orang orang Kafir pembenci Islam dan para munafiqun

(Sayyid Idrus Ali al Habsyi. S.Fil.I)

1 al Qur'an menyebutkan diantara karakter musuh musuh para pembenci Islam itu adalah mereka selalu berusaha memainkan drama di hadapan kaum muslimin. Jika mereka bertemu dengan kaum muslimin, mereka selalu menawarkan kerja sama, kesepakatan untuk menjaga perdamaian. Akan tetapi ketika mereka berkumpul bersama yang lainnya, maka mereka berterus terang dengan kebenciannya terhadap kaum muslimin. Itulah yang dikatakan dlm al Qur'an Surat al Baqarah ayat 11-12 ( Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: Sesungguhnya kami orang orang yang mengadakan perbaikan". Ingatlah Sesungguhnya mereka itulah orang orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar)

Begitu juga di ayat 14 dari surat al Baqarah ( Dan bila mereka berjumpa dengan orang orang yang beriman, mereka mengatakan. Kami telah beriman. Dan bila mereka kembali kepada syaitan syaitan mereka, mereka mengatakan. Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok olok)

Dari ayat tersebut bagaimana psikologis dan tabiat dari orang orang kafir pembenci Islam, yaitu. Mereka suka melanggar janji, mereka adalah golongan yang membuat janji, namun kemudian melanggarnya atau tidak sungguh sungguh menepatinya. 

Dalam hadits hadits akhir zaman terdapat peringatan tentang fitnah besar yang membingungkan manusia antara kebenaran dan kebatilan. Figur Dajjal digambarkan membawa narasi kesejahteraan dan stabilitas, namun berujung pada dominasi dan tipu daya

Itulah gambaran situasi yg kita saksikan tentang arogansi As dan Zionis, namun mereka berdua ingin menawarkan dan jualan "Board of Peace". Pertanyaannya apakah perdamaian akan bisa dibangun diatas ketidakadilan? Padahal Amnesti Internasional sudah mengatakan Netanyahu sebagai penjahat HAM dan sudah mengeluarkan penangkapan untuk Netanyahu.Bahkan Benjamin Beit Hallahmi (akademisi di universitas universitas Israel) pernah mengatakan bahwa perdamaian hanya bisa dicapai jika Israel menyingkirkan ideologi zionisnya. Tetapi ini tidak mungkin karena sekarang Israel itu ialah berideologi zionis.

Maka dari itu pembentukan Dewan Perdamaian bikinan Donal Trump ini bukanlah upaya untuk menciptakan perdamaian yang sesungguhnya. Tetapi untuk mengokohkan penjajahan. Dan ini terbukti belum lama ini As dan Zionis menyerang Iran yg berujung Syahid nya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ayatulloh Sayid Ali Khamane'i. Tetapi walaupun Ayatulloh Ali Khamanei'i terbunuh namun tidak menyurutkan semangat perlawanan rakyat Iran terhadap As dan Zionis, namu mereka nambah semangat membara utk menghadapi Setan Besar yaitu As dan Setan Kecil yaitu Zionis Israel. Bahkan ini menjadi ajang persatuan Umat Muslim untuk sama sama membela Iran dalam menghadapi As dan Israel, tanpa melihat madzhab. Karena musuh kita satu yaitu mereka yang memerangi kaum Muslimin.

2.Diantara Psikologis dan Tabiat mereka adalah kebencian dan kedengkian mereka terhadap kaum muslimin, mereka tidak suka sekiranya kaum muslimin memperoleh kebaikan, kondisi muslimin menjadi baik. Jika kaum muslimin mendapatkan kebaikan, mereka pun berbuat jahat dan merasa kesakitan. Jika kaum muslimin didera keburukan, maka mereka pun senang dan gembira. Sesuai apa yang al Qur'an jelaskan dalam surat Ali Imran ayat 118-120 ( Wahai orang orang yg beriman. Janganlah kamu menjadikan teman orang orang yg diluar kalanganmu (seagama) sebagai teman kepercayaanmu. Karena mereka tidak henti hentinya menyusahkan kamu. Mereka mengharapkan kehancuranmu. Sungguh telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yg tersembunyi dihati mereka lebih jahat. Sungguh telah kami terangkan kepadamu ayat ayat kami jika kamu memahaminya. Beginilah kamu. Kami menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukaimu dan kami beriman kepada semua kitab. Apabila berjumpa kamu, mereka berkata: Kami beriman, dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari karena marah dan benci kepadamu. Katakanlah. Matilah kamu karena kemarahan itu. Sungguh Allah maha mengetahui segala isi hati. Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikit pun. Sungguh Allah maha meliputi segala apa yang mereka kerjakan. Ali Imran 118-120)

Maka dari itu ketika kita lihat permusuhan orang orang kafir pada masa ini semakin dahsyat. Maka ingatlah pesan al Qur'an dalam menghadapi tantangan ini yaitu harus sabar dan taqwa. Kesabaran untuk tegar diatas kebenaran dan bertekad bulat untuk terus menerus melawan kebatilan. Dan juga dengan taqwa. Ketaqwaan yang mutlak kepada Allah sebagai situasi iman yg abadi, yang sesaat pun tidak meninggalkan orang muslim dalam kehidupannya 

3.Kontinuitas perang mereka akan berujung gagal untuk menghabisi kaum muslimin. Mereka para pembenci Islam akan selalu mengira bahwa mereka akan menghancurkan kaum muslimin, seperti yang mereka arahkan kepada Gaza dan Iran, tetapi pada hakikatnya mereka tidak dapat menguasai atau menundukkan pejuang Palestina dan Iran serta para pejuang pejuang lainnya. Justru nanti mereka akan berakhir sebagaimana berakhirnya orang orang kafir dulu yang memerangi kaum muslimin yang berujung pada kekalahan bagi mereka. Sebagaimana yang al Qur'an katakan dalam surat al Ma'idah ayat 3 ( Pada hari ini orang orang kafir telah putus asa untuk mengalahkan agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaku)

Sebagai penutup diantara kunci kemenangan setelah sabar dan taqwa yaitu adakah persatuan. Kita bisa bersatu kalau adanya rasa persaudaraan sesama kita umat Islam atau Ukhuwah Islamiyah

Iran dan para pejuang Palestina dan para pejuang lainnya telah mengajarkan kepada kita kaum muslimin sikap persaudaraan. Perbedaan yg disikapi dgn ilmu dan adab, bukan perbedaan disikapi dgn permusuhan. Karena mereka menyadari betul tangan tangan kolonialisme selalu bekerja mengadu domba utk menghancurkan negara negara Islam dan kaum muslimin dan mereka mempunyai musuh yg sama yaitu Zionis Israel dan antek anteknya. Maka dari itu sikapilah perbedaan dgn rasa persatuan. Bukan dibalik demi persatuan tidak boleh ada perbedaan