Ali Larijani, ketua dewan keamanan nasional Iran terkonfirmasi wafat dalam serangan Israel.

 


Rabu, 18 Maret 2026

Faktakini.info

Ali Larijani, ketua dewan keamanan nasional Iran terkonfirmasi wafat dalam serangan Israel. 

Disamping Larijani, terkonfirmasi juga wafatnya Gholam Reza Solaimani, Kepala Basij nasional Iran dalam serangan sebelumnya. 

Ini memang menjadi pukulan bagi Iran, tapi pukulan ini tidak merubah apapun di lapangan, pukulan ini justru akan lebih menguatkan rakyat Iran untuk melanjutkan perang. 

Sistem kekuasaan di Iran sudah di desain secara baik, tidak ada sentralisasi tokoh, sistem komando kekuasaan di Iran sudah lama di desain beberapa lapis, agar jika satu pemimpin wafat akan segera digantikan oleh yang lain. Tanpa mempengaruhi apapun. 

Jika wafatnya Ali Khamenei tidak merubah keadaan apapun, dan Iran tetap mampu memukul Israel dengan keras sampai sekarang, maka wafatnya Ali Larijani atau lainnya juga tidak akan mengubah Medan tempur sama sekali. 

Sekarang, semua keputusan perang di Iran, mulai dari perencanaan, ekseskusi, semua dilakukan dibawah komando dan arahan IRGC. Wafatnya Ali Larijani atau yang lainnya tidak akan mengubah arah perlawanan. 

Kemungkinan, Iran akan menunjuk pengganti Ali Larijani dengan tokoh lain yang memiliki kapasitas yang sama bahkan lebih radikal, Saeed Jalili kemungkinan akan menggantikan Ali Larijani. 

Tidak akan lama, posisi ini akan segera diisi oleh orang lain, kemungkinan besar Saeed Jalili akan jadi pengganti nya. Presiden Phazeskian akan segera mengumumkan pengganti Ali Larijani secepatnya.

Perang sudah masuk pekan ke 3, dan Israel dan AS belum juga mencapai tujuannya secara objektif. Janji Trump berperang dengan Iran 4 pekan akan meleset dan akan memaksa korban lebih besar di pihak AS dan Israel, baik korban nyawa, ekonomi, politik, dst.

Kekuasaan di Iran masih berjalan dengan sangat efektif, soliditas internal masih sangat kuat, dukungan Proxi Iran terus meningkat, dan Israel terus menerus mengalami serangan mematikan yang tidak pernah berhenti.

Serangan Iran ke Israel sekarang masuk gelombang 59, balistik Iran belum berhenti menarget Israel dan semua aset AS, Iran mampu terus berperang sampai detik ini tanpa ada kendala apapun.

Malam inipun, puluhan target jadi sasaran balistik Iran, termasuk serangan ke Kedubes AS di Irak dan operasi militer Proxi Iran yang terus berlangsung.

Perang ini adalah perang eksistensial bagi Iran, tidak peduli berapapun korban jiwa atau materi, yang paling penting adalah memastikan semua tujuan AS dan Israel tidak akan tercapai bahkan sampai akhir perang.

Tengku Zulkifli Usman ✓