Terungkap! Anwar Satibi Menolak Bawa NS ke RS, Bahkan Sempat Melemparnya ke dalam Mobil

 


Jum'at, 27 Februari 2026

Faktakini.info, Jakarta - TR (47), ibu tiri tersangka penganiaya hingga tewas NS, bocah 13 tahun di Sukabumi, tak mau sendirian di bui.

Setelah ditetapkan tersangka, TR pun mengungkap keterlibatan sang suami yang juga ayah korban, Anwar Satibi di kasus ini. 

Dalam pengakuannya di depan penyidik Polres Sukabumi, TR menyebut Anwar Satibi ikut andil dalam kematian NS.  

Anwar Satibi dikatakan sempat tak mau membawa anaknya ke rumah sakit.

Bahkan saat hendak dibawa ke rumah sakit, korban NS sempat dilempar ayahnya ke dalam mobil.

TR juga mengungkap kalau suaminya itu merupakan sosok yang temperamen.

Pengacara TR, Moch Buchori mengatakan bahwa kondisi NS sebelum dibawa ke rumah sakit sudah lemas.

Ia menyebut kalau kliennya yang memaksa Anwar Satibi untuk membawa NS ke rumah sakit.

"Kondisi Nizam pada saat itu lemas, memang sakit beliau. Dengan hal seperti itu, kekhawatiran TR takut terjadi sesuatu hal, makanya memaksakan awalnya kepada ayah kandungnya untuk dibawa ke rumah sakit," kata Buchori dikutip dari Youtube Cumicumi, Rabu.

Karena kesal terus-terusan dipaksa ke rumah sakit, menurut TR, Anwar emosi hingga melempar anaknya ke mobil.

"Waktu itu karena ayah kandungnya tidak mau, itu dipaksa. Dan hal itu sempat terjadi, pada saat dibopong, diambil almarhum dari rumah ke mobil, itu terjadi pelemparan pada saat dimasukan ke mobil," tuturnya.

Diduga hal itu dilakukan oleh Anwar Satibi karena terbawa emosi.

"Pengakuan TR, ayahnya itu pada saat ke rumah sakit tidak mau, sehingga emosional. Karena dia kebawa emosi, dia kepaksa, dia ngambil lalu dimasukkan ke dalam mobil, karena emosional dilemparkan oleh ayahnya ke mobil jok belakang," kata dia lagi.

Ia pun mempertanyakan dugaan penganiayaan menggunakan benda tumpul yang dilakukan kepada NS.

Sebab berdasarkan pengakuannya, TR tidak pernah merasa melakukan pemukulan terhadap NS.

Berdasarkan hasil visum dari kepolisian, hanya menjelaskan adanya luka, penyebabnya barang tumpul. Namun yang melakukan siapa? Klien kami merasa tidak pernah melakukan," ungkap dia.

Buchori pun menegaskan kalau rumah yang ditinggali TR, NS, dan Anwar adalah rumah orangtua TR.

Sehingga jika ada penganiayaan yang dilakukan TR, pasti akan diketahui oleh anggota keluarganya.

"Di mana ketika terjadi penganiayaan yang disangkakan, pasti semua di rumah mengetahui. Kebetulan ada saudara ayah kandungnya juga di rumah tersebut," jelasnya.

Ia pun menduga adanya keterlibatan dari Anwar Satibi pada luka yang dialami oleh korban.

Ada kemungkinan dari ayahnya ada ikut serta, karena mengingat di dalam rumah itu ada ayahnya, ada TR," kata dia.

Dilaporkan Ibu Kandung

Sebelumnya, Anwar Satibi sudah dilaporkan mantan istrinya, atau ibu kandung korban ke Polres Sukabumi pada Selasa (24/2/2026). 

Lisnawati melaporkan mantan suaminya itu karena dianggap telah menelantarkan NS hingga sang bocah tewas mengenaskan.

Lisnawati menyebut ada ketidakberesan di balik peristiwa yang merenggut nyawa sang anak.

Ada kejanggalan," ucap Lisnawati singkat.

Lisna juga membongkar tabiat buruk sang mantan selama mereka masih membina rumah tangga.

Ia menyebut bahwa Anwar Satibi adalah sosok yang sangat temperamental dan kerap melakukan kekerasan fisik atau KDRT terhadap dirinya, bahkan saat ia sedang mengandung NS.

"Temperamental, sering dipukul sering jambak. Waktu dalam kandungan juga (dibilang) sudahlah kamu mendingan meninggal juga," ungkap Lisnawati.

Tak sampai di situ, Lisnawati juga membeberkan perilaku Anwar yang diduga kerap berhubungan dengan wanita lain selama mereka masih menikah.

Kecurigaan itu muncul karena Anwar seringkali pulang ke rumah dengan tanda fisik yang mencurigakan di bagian leher.

"Dulu dia memang menikah sama orang lain. Saya tanya kalau pulang ke rumah banyak cupangnya (di leher)," pungkasnya.

Pengakuan soal tabiat buruk di masa lalu ini kini menjadi salah satu poin yang memperkuat alasan Lisnawati melaporkan Anwar Satibi ke pihak berwajib.

Bantahan Anwar Satibi

Ditemui terpisah, Anwar Satibi membantah telah menelantarkan anaknya.

Ia menilai langkah mantan istrinya yang melaporkan dirinya di tengah suasana duka sebagai tindakan yang tidak masuk akal.

"Ya kalau menurut saya, mantan istri saya ini sepertinya otaknya enggak sehat ya. Dalam duka seperti ini, kalau dia datang dengan pengacaranya untuk menguak kasus (kematian) ini demi mencari keadilan, saya setuju," kata Anwar saat ditemui di kediaman ayah angkatnya, haji Isep Dadang Sukmana di Kampung Pasirpulus, Jampang Kulon, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa malam.

Namun, Anwar menolak tuduhan bahwa dirinya telah menelantarkan NS semasa hidup. 

Menurut dia, ia memasukkan anaknya ke pondok pesantren adalah bukti tanggung jawabnya akan pendidikan sang anak.

Kalau dia menuduh saya menelantarkan anak, enggak mungkin saya masukkan pondok, enggak mungkin saya sekolahkan," ujar Anwar. 

Anwar menjelaskan bahwa awalnya NS diantarkan sendiri oleh ibu kandung dan keluarganya ke yayasan tempat Anwar bekerja di wilayah Solokan Pari.

"Jadi saya enggak tahu, intinya anak saya datangnya ke sini saya tidak mengambilnya dari sana, tapi diantarkan sama dia ke Solokan Pari," ucapnya. 

Seiring berjalannya waktu, Anwar mengenal TR (tersangka), ibu tiri korban. Saat itu, TR menaruh simpati yang besar kepada NS. Perhatian yang diberikan TR kepada NS itulah yang diakui Anwar menjadi salah satu alasannya menikahi TR.

Setelah menikah dengan TR, lanjut Anwar, anaknya dipindahkan sekolah dari Purwasedar ke Cilubang oleh istrinya tersebut.

Ia juga mengakui, selama menjalani rumah tangga dengan TR, kerap terjadi perselisihan yang dipicu persoalan anak.

Karena konflik tersebut, Anwar mengaku sempat meminta saran kepada ayah angkatnya dan akhirnya memutuskan anaknya keluar dari rumah dan disekolahkan di Pondok Pesantren Darul Ma'arif Cibitung

Sumber: geloranews