Menlu Iran Kecam Serangan Militer AS-Israel terhadap Iran
Dalam unggahan terbarunya di media sosial, Araghchi menyebut perang yang dilancarkan terhadap Iran sebagai “tidak diprovokasi, tidak sah, dan tidak memiliki legitimasi apapun dalam hukum internasional.” Ia juga menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran siap menghadapi situasi ini dan akan “mengajarkan pelajaran yang pantas diterima para agresor.”
Menurut Araghchi, tindakan militer tersebut bukan hanya melanggar norma dasar hubungan antarnegara, tetapi juga mencerminkan pergeseran tajam kebijakan luar negeri AS dari prinsip “America First” menjadi “Israel First” — yang menurutnya justru merugikan kepentingan Amerika sendiri.
Pernyataan keras ini muncul di tengah laporan serangan udara besar yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di wilayah Iran pada Sabtu sore waktu setempat, setelah diplomasi nuklir antara Teheran dan Washington kembali gagal mencapai kesepakatan.
Dalam unggahannya, Araghchi juga mengutip komentar lama Trump yang pernah memperingatkan kemungkinan serangan terhadap Iran atau Libya saat popularitasnya menurun. Teheran menilai hal tersebut sebagai indikasi bahwa keputusan penggunaan kekuatan lebih didorong kepentingan politik domestik dibanding kebutuhan keamanan internasional.
Ketegangan di kawasan pun semakin meningkat. Iran selama ini membantah tuduhan bahwa program nuklirnya ditujukan untuk pengembangan senjata, sementara AS dan Israel menyebutnya sebagai ancaman serius terhadap stabilitas regional.
Kecaman atas serangan tersebut juga datang dari sejumlah pihak internasional, termasuk Rusia yang menyebut tindakan itu sebagai agresi yang “tidak diprovokasi dan tanpa dasar hukum.”
Situasi ini menjadi sorotan dunia dan berpotensi memperluas eskalasi konflik di Timur Tengah.
#UpdateNusantara #conversation #politics #WarUpdate #warzone
