Karomah Sunan Kalijaga: Bisa Menghilang, Berada di Dua Tempat, Tahan Api, Jalan di atas Air, Merubah Batu jadi Emas dan Beras jadi pasir dll
Senin, 23 Februari 2026
Faktakini.info, Jakarta - Di tengah khazanah Islam Nusantara, kisah-kisah karomah para kiai Jawa dan wali Nusantara telah hidup ratusan tahun, diwariskan dari generasi ke generasi, tercatat dalam babad, manaqib, kitab, dan kesaksian murid-muridnya. Banyak di antaranya sangat sulit diterima akal awam, bahkan tampak “tidak masuk akal” bila diukur dengan logika modern.
Namun menariknya, Sekte Imad PWI-LS cs (orang-orang gila nasab dan sangat iri pada nasab Habaib) hampir tidak pernah menjadikan karomah kiai-kiai Jawa sebagai bahan ejekan, tidak pula secara masif menuduhnya sebagai khurafat, bid’ah, takhayul, atau dongeng.
Sebaliknya, serangan mereka selalu terfokus pada karomah para habaib dan dzurriyah Nabi ﷺ.
Ini menimbulkan satu pertanyaan mendasar:
mengapa standar mereka berubah-ubah?
Dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), karomah wali adalah perkara yang diakui, baik wali Arab maupun wali Nusantara. Empat imam madzhab telah bersepakat akan kebenaran karomah para wali, baik ketika hidup maupun setelah wafat.
Sunan Kalijaga juga memiliki banyak kisah-kisah karomah. Namun Sekte Imad tidak pernah menuding banyak karomah beliau sebagai: “dongeng, bid’ah, takhayul, khurafat”
Dalam tradisi Jawa-Islam, karomah Sunan Kalijaga sangat masyhur, di antaranya:
1. Bisa Menghilang
Sunan Kalijaga kabarnya memiliki banyak ilmu atau ajian.
Ajian yang konon dimiliki Sunan Kalijaga adalah ajian waringin sungsang.
2.Bertapa dalam Waktu Lama
Zaman dulu, bertapa adalah hal biasa yang dilakukan.
Nah, konon hal tersebut juga dilakukan Sunan Kalijaga dengan waktu yang cukup lama.
Namun demikian, dia tetap memperhatikan masyarakat setempat salah satunya untuk belajar bertani.
3.Salat Jumat di Tempat Berbeda
Sunan Kalijaga adalah pendakwah yang menyisipkan budaya dan kesenian untuk memperkenalkan Islam.
Kabarnya, dia juga memiliki kesaktian untuk melaksanakan salat Jumat di dua tempat berbeda. Kedua tempat itu adalah di Jawa dan Mekah, Arab Saudi. Di sisi lain, hal tersebut sangatlah mustahil dilakukan.
4.Mengubah Tanah Jadi Emas
Dalam Babad Tanah Jawi diceritakan beberapa karomah Sunan Kalijaga. Contoh kesaktian Sunan Kalijaga adalah mengubah tanah menjadi emas. Konon, hal itu dia perlihatkan pada Ki Pandan Arang II yang mejalankan pemerintahannya dengan congkak.
5.Mengubah Beras Jadi Pasir
Karomah Sunan Kalijaga lainnya adalah mengubah beras menjadi pasir. Hal ini dia buktikan karena merasa sangat sedih dengan rakyat di sebuah dusun yang miskin dan kelaparan. Sementara kepala dusun hidup mewah dari hasil jerih payah warganya.
Kepala dusun itu tidak memberikan seliter beras pun pada warga yang memintanya karena karung-karung yang dimilikinya disebut berisi pasir. Mendengar itu, Sunan Kalijaga lantas berdoa dan mengubah beras milik kepala dusun itu benar-benar menjadi pasir.
6.Memiliki Tubuh yang Kuat
Ilmu yang dimiliki Sunan Kalijaga bermanfaat untuk melindungi diri dan orang lain. Konon, kalau kesaktian lain yang dimiliki olehnya adalah tahan terhadap api. Tubuhnya tidak mempan meskipun seluruh tubuhnya dibakar api panas.
7.Berjalan di Atas Air
Orang zaman dulu percaya bahwa salah satu kesaktian Sunan Kalijaga adalah berjalan di atas air. Mitos ini terus berkembang di masyarakat tanah air khususnya Pulau Jawa.
Semua kisah ini tidak pernah dijadikan bahan olok-olok masif oleh Sekte Imad, padahal secara logika awam sama “anehnya” dengan karomah para habaib.
Mengapa kisah karomah Sunan Kalijaga dan kiai Jawa lainnya tidak disapu bersih oleh Sekte Imad Wahabi cs dengan tuduhan yang sama: "khurofat, dongeng, bid'ah dan takhayul?"?
Bahaya Pola Pikir Ini: Mukjizat Nabi pun Terancam
Jika karomah wali ditolak mentah-mentah, dicap dongeng dan khurafat, maka ini adalah jalan licin menuju penolakan mukjizat para nabi.
Hari ini:
Karomah habaib ditertawakan
Karomah wali dicemooh
Besok:
Mukjizat Nabi Muhammad ﷺ pun bisa dianggap mitos dan legenda
Ini bukan sekadar perbedaan pendapat, tetapi pola pikir rasionalistik kering yang berbahaya bagi iman.
Kesimpulan: Masalahnya Bukan Karomah, tapi Kedengkian
Fakta-fakta di atas menunjukkan satu hal yang sulit dibantah:
Sekte Imad tidak konsisten
Mereka memilih target
Yang diserang bukan khurafat, tapi kemuliaan nasab dan spiritualitas habaib
Karomah diterima atau ditolak sesuai kepentingan
Pengikut Aswaja percaya adanya waliyullah dan karomah para Sayyid/Syarif/Habib dll. Bahkan empat imam madzhab sudah bersepakat mengenai karomah yang ada para wali ketika hidup maupun sudah wafat.
Ahlussunnah wal Jama’ah sejak dulu telah tenang:
Mengimani karomah para wali, mencintai ulama, menghormati habaib, tanpa merasa terancam oleh kemuliaan orang lain.
Sedangkan kedengkian, bila dipelihara, akan menutup mata, menumpulkan akal sehat, dan akhirnya membuat seseorang berani meledek apa yang diagungkan oleh agama itu sendiri.
Sumber: liputan6.com dan lainnya

