Boss Kartel Tewas, Meksiko Bergejolak

 


Rabu, 25 Februari 2026

Faktakini.info, Jakarta - Kematian bos kartel paling diburu di Meksiko akhirnya terjadi setelah bertahun tahun aparat gagal menangkapnya hidup hidup. Nemesio Oseguera Cervantes, pemimpin organisasi narkoba raksasa Jalisco New Generation Cartel, tewas pada 22 Februari 2026 dalam operasi militer besar di pegunungan Tapalpa, negara bagian Jalisco.

Pelarian panjang El Mencho berakhir secara ironis setelah aparat mendapatkan petunjuk dari lingkaran pribadinya sendiri. Salah satu kekasihnya tanpa sadar membuka jejak lokasi vila persembunyian yang selama ini sulit dilacak. Informasi tersebut kemudian dipadukan dengan intelijen Amerika Serikat sebelum pasukan khusus Meksiko melancarkan penyergapan.

Target operasi ternyata bukan markas tersembunyi, melainkan vila mewah di kawasan wisata Tapalpa Country Club. Serangan dilakukan sebelum fajar dan langsung disambut perlawanan berat dari penjaga bersenjata kartel. Baku tembak sengit pecah hingga area hutan ketika El Mencho mencoba melarikan diri. Ia terkena tembakan serius, sempat dievakuasi menggunakan helikopter menuju Mexico City, namun meninggal dalam perjalanan.

Kematian pemimpin kartel ini langsung memicu reaksi brutal dari jaringan CJNG. Anak buah kartel membakar kendaraan di jalan raya, membuat puluhan blokade, serta melumpuhkan aktivitas kota kota di Jalisco, Michoacán, dan Colima. Jalan utama dipenuhi kendaraan terbakar dan warga diminta tetap berada di rumah karena situasi keamanan memburuk cepat setelah operasi berlangsung.

Dampaknya bahkan menimbulkan kekhawatiran internasional karena Meksiko akan menjadi salah satu tuan rumah FIFA World Cup 2026. Eskalasi kekerasan kartel sempat memunculkan spekulasi soal keamanan menjelang turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut, meski pemerintah memastikan persiapan tetap berjalan dengan pengamanan ekstra ketat.

Selama bertahun tahun El Mencho dikenal sebagai salah satu kriminal paling dicari di dunia. Pemerintah Amerika Serikat memasang hadiah buronan sebesar 15 juta dolar AS, setara sekitar Rp235 miliar. Sementara pemerintah Mexico menambahkan hadiah 300 juta peso Meksiko, atau sekitar Rp270 miliar. Jika digabungkan, total nilai buruan terhadap dirinya mendekati Rp500 miliar, menjadikannya salah satu bounty terbesar dalam sejarah perang narkoba modern.

Kartel yang ia bangun sendiri bukan organisasi lama. Jalisco New Generation Cartel muncul sekitar tahun 2010 setelah runtuhnya Kartel Milenio akibat penangkapan para pemimpinnya. Awalnya kelompok ini hanyalah sayap bersenjata kecil yang dibentuk untuk melawan ekspansi kartel rival terutama Los Zetas. Mereka pertama kali dikenal lewat kelompok Mata Zetas yang muncul dalam video bersenjata dan menyatakan perang terhadap organisasi pesaing.

Di bawah kepemimpinan El Mencho, kelompok kecil itu berkembang sangat cepat menjadi kekuatan narkoba paling agresif di Meksiko. CJNG membangun struktur semi militer, merekrut mantan tentara, menggunakan kendaraan lapis baja rakitan hingga teknologi drone dalam operasi mereka. Dalam waktu kurang dari satu dekade kartel ini mampu menyaingi kekuatan Sinaloa Cartel, jaringan besar yang dahulu dipimpin Joaquin Guzman.

Kini setelah El Mencho tewas, ancaman belum benar benar berakhir. Banyak analis keamanan memperkirakan fase paling berbahaya justru baru dimulai karena organisasi sebesar CJNG berpotensi pecah menjadi beberapa faksi bersenjata yang saling berebut kekuasaan, kondisi yang sering memicu gelombang kekerasan lebih luas dibanding saat pemimpinnya masih hidup.