TANYA JAWAB IB HRS SEPUTAR PENISTAAN AGAMA [Ekslusiif] Wawancara Tertulis LIP (Lembaga Informasi Persaudaraan) dengan IB HRS.

 




Ahad, 18 Januari 2026

Faktakini.info

TANYA JAWAB IB HRS SEPUTAR PENISTAAN AGAMA

[Ekslusiif] Wawancara Tertulis LIP (Lembaga Informasi Persaudaraan) dengan IB HRS.

https://t.me/IBTV_Official/2412


1. Kenapa Habib dan FPI terlihat marah besar saat Pandji dalam lawakannya membawa-bawa soal Shalat ?

IB HRS : Kita cinta karena Allah SWT, dan marah pun harus karena Allah SWT.

Saya dan kawan-kawan marah besar, karena Syariat Shalat djadikan bahan candaan dan gurauan, bahkan diolok-olok oleh Pandji dalam lawakannya.

Syariat Shalat itu bagian penting dari Syi'ar Allah SWT, yaitu Syi'ar Agama Islam yang wajib dimuliakan dan tidak boleh dihina atau diperolok-olok.

Dalam Surat Al-Māidah ayat 2 Allah SWT melarang pelanggaran terhadap Syi’ar-Nya SWT :

"يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ "

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah...”

Dan dalam Surat Al-Ḥajj ayat 32 Allah SWT mewajibkan kita untuk selalu memuliakan dan mengagungkan semua Syi'ar-Nya :

"وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ"

“... Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.”


2. Di bagian manakah yang menurut Habib bahwa Pandji memperolok-olok soal Shalat ?

IB HRS : Ada beberapa bagian, antara lain Pandji menyatakan soal syarat Shalat dalam pilih pemimpin sambil mentertawakan :

"Memang harus diakui alasan kita pilih pemimpin harus lebih baik. Soalnya alasan lu aneh-aneh!" 

Dia bilang : 

"Ada orang milih pemimpin berdasarkan ibadahnya, gua mau milih yang Shalatnya enggak pernah bolong, gua mau milih pemimpin yang Shalatnya enggak pernah bolong"

Dia juga bilang : 

"Seakan-akan Kalau Shalatnya enggak pernah bolong berarti orang baik, Emang Iya? Orang rajin!". 

Lalu dia katakan : 

"Emang Shalatnya Enggak Pernah Bolong Otomatis Baik? Enggak ! Rajin!"

Ini semua jelas penistaan Shalat, tidak ada keraguan bahwa ini adalah penistaan Syariat Shalat.

Kritik Pandji terkait syarat rajin Shalat bagi pemimpin dengan ungkapan bahwa orang yang rajin Shalat belum tentu baik, memberi kesan shalat tidak penting bagi kebaikan seseorang, terutama seorang pemimpin, merupakan Kritik Sesat dan Menyesatkan.

Alasan pilih pemimpin yang rajin Shalat bukan alasan aneh-aneh, tapi berdasarkan Dalil Al-Qur'an dan As-Sunnah serta Ijma' Ulama. Dan ini bukan dalil aneh-aneh. 

Dan Shalat sebagai benteng dari perbuatan keji dan munkar ada dalam Firman Allah SWT di Surat Al-'Ankabut ayat 45 :

وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَاۤءِ وَٱلۡمُنكَرِۗ وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ

“... dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain).”

Firman Allah SWT pasti benar dan mustahil salah. Jika orang mendirikan Shalat lengkap syaratnya, dan sempurna rukunnya, serta ikhlas dan khusyu' pelaksanaannya, juga tidak bercampur dengan ma'siat atau hal-hal yang haram, pasti jadi orang baik. Lain halnya kalau orang yang shalatnya asal-asalan, seperti yang tidak lengkap syaratnya / tidak sempurna rukunnya / tidak ikhlas dan tidak khusyu' pelaksanaannya / bercampur dengan ma'siat atau hal-hal yang haram seperti saat Shalat memakai pakaian hasil korupsi. Orang yang Shalatnya seperti inilah yang biasanya giat Shalatnya tapi getol juga ma’siatnya. Jadi, bukan Shalatnya yang salah, tapi manusianya. Camkan itu.

Ditambah lagi Pandji melawak sambil tertawa menyatakan :

"Para penumpang yang terhormat, kita sedang mengalami turbulensi akibat gangguan cuaca. Harap longgarkan sabuk pengaman dan rapatkan saf. Kita salat safar berjemaah demi keselamatan perjalanan"

Ini konyol dan gila, mana ada Shalat Safar berjamaah di pesawat dan merapihkan Shaf dalam pesawat yang sedang turbulensi. Ini juga jelas penistaan terhadap Shalat Safar dan soal Shaf Shalat berjamaah.

Selain itu, Analogi Kepemimpinan Negara dalam Islam dengan Kepemimpinan Pilot dalam pesawat, juga merupakan kesesatan berpikir sekaligus bentuk keterbelakangan intelektual, karena aturan mu'amalat ummat Islam dengan orang kafir berbeda dengan aturan kepemimpinan dalam Islam.


3. Tapi Habib, semua itu kan hanya candaan, bukan pernyataan yang serius ? Dan Pandji kan menyatakan juga : "boleh memilih pemimpin berdasarkan ibadah, tapi ga cuma itu saja". Lagi pula apa sih korelasinya antara Sholat sebagai simbol agama dengan mengemban amanat kepemimpinan ?

IB HRS : Justru soal Agama tidak boleh dijadikan bahan candaan dan gurauan, apalagi bahan untuk diolok-olok.

Dalam Surat At-Taubah ayat 65 - 66 Allah SWT menceritakan perilaku Kaum Munafiqin yang memperolok-olok agama :

"وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ. لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ ۚ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ."

"Dan jika kamu tanya mereka (kaum munafiq tentang perbuatan mereka memperolok-olok agama), tentulah mereka akan manjawab : "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok ?" Jangan kalian cari-cari alasan, karena kamu telah kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa."

Soal ada pernyataan Pandji yang berbunyi "boleh memilih pemimpin berdasarkan ibadah, tapi ga cuma itu saja" sama sekali tidak menggugurkan penistaannya terhadap Syariat Sholat yang diulang berkali-kali dalam lawakannya sebagaimana sudah saya sebutkan tadi. Sama halnya dengan semua informasi berharga dan kritik yang bagus dalam lawakan Pandji juga sama sekali tidak menggugurkan penistaannya terhadap Syariat Sholat.

Lagi pula siapa bilang kalau Islam hanya mensyaratkan Shalat saja bagi seorang pemimpin seperti dikesankan Pandji dalam lawakannya ?!

Justru Islam mensyaratkan pemimpin bukan Shalat saja, tapi juga harus muslim taat beriman bertaqwa, yang dewasa dan berakal sehat serta merdeka, juga harus berilmu, adil, jujur, amanat, kuat, tegas dan berani, serta sehat jasmani dan rohani, sekaligus disyaratkan berkemampuan dalam melaksanakan tugas kepemimpinan.

Ada pun soal korelasi antara Sholat sebagai simbol agama dengan mengemban amanat kepemimpinan dalam Islam sangat jelas sekali. Bahwasanya Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur'an surat Al-Maa-idah ayat 55 bahwa Penolong / Pembela / Pemimpin / Pelindung ummat Islam adalah Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang beriman yang mendirikan Shalat dan membayar Zakat :

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ

"Sesungguhnya Penolong / Pembela / Pemimpin / Pelindung kalian (wahai orang beriman) hanyalah Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang beriman yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah)."

Dan bahwasanya Rasulullah SAW juga sudah dengan jelas dan tegas menjadikan Shalat sebagai standar minimal bagi rakyat untuk tetap wajib memberikan loyalitas kepatuhan dan tidak memberontak terhadap pemimpinnya selama Sang Pemimpin masih mendirikan Shalat di tengah rakyatnya, sebagaimana Hadits Shahih yang diriwayakan oleh Imam Muslim rhm dalam Kitab Shahihnya hadits nomor 1855.


4. Apa Habib dan FPI sudah lihat video rekaman Pandji secara utuh ?

IB HRS : Tentu sudah. Saya dan Pengurus FPI bahkan sudah berulang kali menontonnya, untuk memahami dan mengkaji, serta menilai dan menyimpulkan.

Kami tidak ngawur, apalagi gila. Kami tidak akan menilai dan menyimpulkan sesuatu tanpa melihat dan mengkaji.


5. Kenapa Habib hanya fokus pada soal Shalat saja dalam Lawakan Pandji, kan yang lain seperti kritiknya Pandji segar dan bagus ?

IB HRS : Sebab problemnya memang pada masalah olok-olok Syariat Shalat. Sedang masalah lainnya seperti Kritik Pedas terhadap Pemerintah tidak ada problem, bahkan kita dukung dan apresiasi.


6. Apa tidak sebaiknya Habib dan FPI tidak usah ikut campur soal kritik Pandji terhadap Pemerintah ?

IB HRS : Saya dan FPI tidak pernah ikut campur soal urusan Pandji dan Pemerintah. Kami hanya fokus serius melawan Penistaan Agama.

Kami ingin memastikan adanya keseimbangan antara : Hak Ummat Islam untuk dilindungi dari penistaan agama dan Hak warga negara untuk kritik sosial dan kebebasan berekspresi, sehingga Mekanisme hukum yang adil untuk kedua sisi.


7. Kenapa Habib dan FPI tidak sibukkan diri lawan Koruptor saja ?

IB HRS : Saya dkk sudah berjalan dan masih sedang berjalan, serta akan terus berjalan lanjut melawan Korupsi, di mimbar-mimbar mau pun di lapangan. 

Saya dkk sejak Tahun 2000 berulang kali Demo Anti Korupsi, bahkan saya gubah syair “Qashidah Anti Korupsi” yang sering saya bawakan di acara-acara Tabligh Akbar saat Safari Da'wah keliling Indonesia bersama puluhan ribu Ummat Islam di setiap titiknya.

Di Tahun 2016 kita tidak pernah berhenti melaporkan 3 dugaan korupsi Ahok senilai Rp.1,9 Trilyun, sampai kita pernah kepung Gedung KPK bersama para Ulama dan Tokoh serta Ummat Islam.

Bahkan dalam Reuni 212 Tahun 2025 yang baru lalu bertemakan REVOLUSI AKHLAQ di Monas, dengan lantang saya dkk menyerukan lawan Koruptor, Mafia dan Oligarki jahat.

Dan terakhir saat ini, lewat API (Advokat Persaudaraan Islam) kami sudah surati Presiden Prabowo Subianto melaporkan dugaan korupsi sejumlah menteri dan menuntut agar mereka segera dipecat dan diserahkan ke KPK untuk diproses hukum.

Jadi tidak benar kalau ada yang menuduh dan memfitnah bahwa Ulama dan Ummat tidak peduli terhadap Kasus Korupsi. Itu fitnah keji dan jahat serta brutal.

Nah, sibuk lawan Korupsi bukan berarti harus diam terhadap Penistaan Agama. Dan sibuk melawan Penistaan Agama juga bukan berarti diam terhadap kejahatan Korupsi.


8. Pendukung Pandji di Medsos banyak, Habib tidak takut dibully / dihujat / diserang / diganggu ?

IB HRS : Dulu di zaman saat Ahok menista Al-Qur'an, ketika itu lawan saya dkk juga sangat banyak dan berat . Kami diserang para BuzzeRp bayaran dan Presiden yang gunakan Instrumen Negara, karena Ahok didukung Presiden, Panglima TNI, Kapolri, BIN, BAIS, Partai-partai Besar, Media Meanstream, Lembaga Survey, Mafia dan Oligarki, dll. 

Sampai saya dikriminalisasi dengan belasan kasus, hingga saya sekeluarga Hijrah ke Kota Suci Mekkah selama 3,5 tahun, itu pun di Mekkah masih terus diganggu oleh Operasi Intelijen Hitam.

Puncaknya, 6 Santri Pengawal saya diculik, disiksa dan dibantai di KM 50 oleh aparat, lalu setelahnya difitnah. Selain itu Rekening Bank saya sekeluarga dibekukan, FPI dibubarkan dan saya bersama mantu Habib Hanif Alattas serta sejumlah Pengurus FPI dipenjara. Saya sendiri kena penjara 2 tahun dan setelah keluar penjara lanjut tahanan kota selama 2 tahun juga.

Bahkan sampai saat ini foto dan video saya di Facebook dan Instagram serta Tiktok masih sering diblokir / dibanned / dihapus dengan alasan peringatan fitnah sebagai "Tokoh Berbahaya." Begitulah perilaku kaum Anti Islam. Saya belum jelas apakah Perilaku Fitnah Jahat dan Diskriminatif yang dilakukan oleh FB, IG dan Tiktok tersebut memang keputusan resmi perusahaan mereka, atau atas permintaan / tekanan sejak Rezim Jokowi, lalu berlanjut hingga saat ini ? Sedang kita telusuri dan selidiki, serta akan kita gugat secara pidana mau pun perdata. In-sya Allah.

Dengan pengalaman seperti itu, apa lagi yang mesti kami takuti ?!

Sesuai ajaran Rasulullah SAW, bahwasanya saya dan Keluarga beserta Kerabat dan Shahabat hanya boleh takut kepada Allah SWT untuk harapkan ridho-Nya. Semoga Allah SWT jadikan kami golongan yang selalu takut kepada-Nya dan senantiasa mengharapkan ridho dan rahmat-Nya. Aamiiin.


9. Ada nasihat agar Habib dan FPI sebaiknya tidak usah melaporkan Pandji, karena nanti Habib dan FPI dibenci masyarakat ?

IB HRS : Justru saya balik bertanya : Apa mereka pikir mayoritas Ummat Islam di Indonesia ini senang dengan Penistaan Syariat Shalat ?! 

Apa benar mayoritas Ummat Islam Indonesia senang agamanya diolok-olok ?! 

Sehingga mereka berkesimpulan bahwa proses hukum Penistaan Agama akan dimusuhi oleh mayoritas Ummat Islam ?! 

Aneh sekali !

Ketahuilah, bahwa Prinsip Juang Kami wajib ikut ajaran Rasulullah SAW dalam langkah perjuangannya. Alhamdulillaah, kami tidak pernah ragu menyatakan di hadapan Allah SWT seperti yang pernah Nabi Muhammad SAW nyatakan saat diusir dari Kota Tahunoif :

"يا رب ... إن لم يكنْ بك عليَّ غضبٌ فلا أبالي"

"Wahai Tuhanku ... selama Engkau tidak marah kepadaku, maka aku tidak peduli"

Dan Allah SWT menyintai orang-orang yang terus menyampaikan kebenaran walau seisi dunia mencercanya sebagaimana firman-Nya SWT dalam Surat Al-Māidah ayat 54 :

"يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ."

"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui."


10. Maaf, Habib jangan tersinggung : Apa ada yang bayar Habib atau FPI untuk laporkan Pandji ?

IB HRS : Alhamdulillah, tidak ada. Kami bukan orang bayaran. Kami melaporkan Penistaan Agama semata-mata untuk jaga kehormatan dan kemuliaan Ajaran Islam dari segala penistaan dan penodaan.

Maaf juga, setahu saya jika ada orang yang menuduh dan memfitnah kami dibayar, biasanya orang itu sudah terbiasa dengan bisnis Gerakan Berbayar, sehingga dia lihat orang lain dengan cermin dirinya sendiri yang suka dibayar. Itu namanya : "Maling teriak Maling."

Dulu juga saat kami Aksi 1410, Aksi 411 dan Aksi 212 pada Tahun 2016 dituduh "Demo Bayaran", ternyata para penuduhnya memang biasa melakukan "Demo Berbayar", sehingga mereka pikir setiap demo dibayar seperti mereka.

Maklum saja, sekarang banyak Gerakan Berbayar. Ada pihak yang siap bayar mahal asal pihaknya dipuji-puji, dan ada juga pihak yang siap bayar lebih mahal untuk serang pihak lawannya. Mereka inilah yang suka "Rampok teriak Rampok".

Itulah potret Intrik Politik Licik yang sedang marak di negeri kita. Na'uudzu Billaahi min Dzaalik.


11. Ada oknum Ulama dan Tokoh serta Da'i, bahkan ada dari MUI Pusat dan Ormas besar lainnya yang memuji dan mengapresiasi lawakan Pandji yang sarat dengan kritik terhadap ketidak-adilan, tanpa sebut ada penistaan agama. Menurut Habib ?

IB HRS : Saya juga memuji dan mengapresiasi Kritikan Pandji terhadap ketidak-adilan. Saya dukung sepenuhnya, tapi saya tidak boleh diam terhadap penistaan agamanya.

Saya yakin mereka yang anda sebutkan tadi adalah orang baik dan beri'tikad baik juga. Kemungkinan mereka tidak melihat full rekamannya, atau hanya dapat info yang tidak lengkap, atau juga hanya melihat sekali dan terpaku dengan kejenakaan Pandji yang memang luar biasa dalam Candaan Kritik, sehingga tidak tahu atau tidak menyadari adanya penistaan.

Saya punya pengalaman di Tahun 2005 ketika Ahmad Dhani dan Grup Band Dewanya menyanyi di atas lantai yang ada Logo Band Dewa berupa Kaligrafi Lafazh ALLAH. Saya dan FPI protes bahwa itu Penodaan Agama. 

Saat itu MUI bersama Gus Dur dan beberapa Profesor Ahli Tafsir dan Hadits membela Ahmad Dhani, karena mereka mengira hanya persoalan Logo Band yang ada Kaligrafi lafazh ALLAH, bukan soal diinjaknya. 

Lalu kami datangi MUI dan kami putar rekaman videonya di MUI, ternyata MUI belum nonton video tersebut, barulah MUI berubah pendapat setelah melihat video yang Grup Band tersebut menyanyi sambil menginjak kaligrafi tersebut.

Akhirnya, Ahmad Dhani pun secara jantan dan terbuka mengaku khilaf serta meminta maaf kepada Ummat Islam, sehingga laporan kami cabut. Dan hubungan kami dengan Ahmad Dhani sangat baik sampai saat ini. 

Bahkan kami pernah bareng turun dalam Aksi 411 dan Aksi 212 pada Tahun 2016 saat menuntut proses hukum terhadap Penistaan Al-Qur'an oleh Ahok. Dan Ahmad Dhani akibat kritik pedas dan kerasnya terhadap Jokowi yang melindungi Penista Agama, dia ditangkap dan dipenjara selama 2 tahun.


12. Kenapa soal Menteri Zulkifli Hasan (Zulhas) yang telah hina Shalat dibiarkan oleh Habib dan FPI ? Kok giliran Pandji dilaporkan ?

IB HRS : Siapa bilang ?! Tidak kurang dari 38 Kasus Penistaan Agama tingkat Nasional yang kami proses hukum selama ini, sejak FPI berdiri 1998, sampai dibubarkan 2020, hingga ada FPI baru saat ini, termasuk Kasus-kasus yang libatkan Tokoh-tokoh Nasional seperti : Gus Dur, Megawati, Dudung, Yaqut, Zulhas, dll, termasuk berbagai Aliran Sesat seperti Ahmadiyah, Lia Eden, Gafatar, dll. 

Belum lagi Kasus Penistaan Agama di tingkat Lokal Daerah, banyak sekali yang sudah kami proses hukum. 

Intinya : selama kami tahu ada Penistaan Agama, dimana pun di negeri ini maka akan kami kejar dan proses hukum. Tidak akan ada yang luput dari pelaporan selama kami tahu atau diberi tahu.

Nanti saya akan sebar "Pdf Daftar Kasus Penistaan Agama" yang saya tangani bersama FPI dan Ormas Islam lainnya sejak awal Tahun 2000-an sampai saat ini, ada yang berhasil kami jebloskan pelakunya ke penjara, ada yang pelakunya taubat lalu laporan dicabut, ada yang proses hukumnya jalan di tempat karena dilindungi penguasa, ada juga yang pelakunya melarikan diri, bahkan ada juga pelakunya yang dinyatakan gila dan dikirim ke RS Jiwa.

Kami akan sebar "Pdf Daftar Kasus Penistaan Agama" tersebut, bukan untuk sombong atau bangga-banggaan, tapi untuk mengcounter fitnah keji diskriminatif dalam penanganan Kasus Penodaan Agama.

Kan, ada pengarang Novel yang kerjanya mengkhayal dan ngarang cerita, dengan modal miskin informasi dan keterbelakangan intelektual, tanpa tabayyun langsung menuduh kami diskriminatif dalam soal pelaporan Pandji, dia bilang kok ada menteri menista Shalat tidak dilaporkan juga, bahkan dia melebar menuduh kami diam terhadap kejahatan korupsi.

Nah, semoga dengan disebarnya "Pdf Daftar Kasus Penistaan Agama" tersebut bisa menjadi pegangan bagi masyarakat, agar tidak disinformasi dan tidak jadi korban penyesatan opini akibat serangan jahat dan brutal para pembela Penista Agama. In-sya Allah.


13. Lalu Kasus Gerombolan Begal Nasab yang menista Nasab Habaib dan memfitnah Habaib sebagai penjajah, juga membubarkan pengajian Habaib, serta membongkar Maqam Habaib, juga dari mereka ada yang melakukan pembodohan Ummat dengan mengaku berkomunikasi dengan Malaikat dan Semut, bahkan mengaku bisa menyuruh Malaikat. Ini kan juga Penistaan Agama, bahkan tergolong sangat parah penistaannya. Apakah Habib dan FPI juga melaporkan ?!

IB HRS : Tentu saja mereka semua sudah kita laporkan ke Mabes Polri, hanya saja ada oknum petugas disana yang mengatakan kepada Tim Hukum kami yang mengurus pelaporan bahwasanya "ada pesan dari atas" agar jangan diproses. 

Dan kami tahu betul bahwa gerakan gerombolan Begal Nasab adalah Gerakan Politik yang didesain untuk mendegradasi Pengaruh Habaib di tengah Ummat. Bahkan kini ada gerakan lanjutan untuk mendegradasi "Pengaruh Ulama dan Kyai" di tengah Ummat, yang target sebenarnya adalah Penghancuran Islam. Kami mencium ada indikasi kuat bahwa semua gerakan tersebut diback up oleh oknum aparat Islamofobia dan gerombolan Intelijen Hitam yang Anti Islam. 

Karenanya, kami bukan hanya sekedar melapor, tapi melawan mulai dari lewat tulisan dan ceramah hingga bentrok fisik di lapangan, seperti Peristiwa Pemalang pada tanggal 23 Juli 2025, gerombolan PWI LS yang ingin membubarkan Tabligh Akbar saya dengan aneka senjata, bahkan ingin membunuh saya. Peristiwanya disaksikan langsung oleh Kapolres dan Dandim setempat, tapi tidak ditindak. 

Ada satu tokoh Begal Nasab yang berhasil kami proses hukum, yaitu Fuad Plered saat hina Guru Tua Habib Idrus bin Salim Al-Jufri, seorang Ulama Besar kharismatik di Indonesia Timur yang sangat dihormati masyarakat, tapi akhirnya pihak kepolisian mengarahkan ke Restorative Justice dan Hukum Adat dengan bantuan oknum yang mengatas-namakan Perguruan Al-Khoiroot tanpa persetujuan Keluarga Besar Guru Tua.


14. Apa Habib dan Pandji tidak ada jalan damai saja ?

IB HRS : Damai ?! Kok damai dengan Penistaan Agama ?! 

Bukan damai ! Tapi Penista Agama wajib Taubat dan minta maaf kepada Ummat Islam. Selesai. 

Lihat dong : Ahmad Dhani, Plt Bupati Bogor Iwan, Suswono PKS, dll, mereka saat khilaf terjebak dlm Penistaan Agama langsung scr jantan dan terhormat mengaku khilaf dan minta maaf kepada Ummat Islam.

Mereka orang-orang beriman yang baik, tidak mencla-mencle, salah ya ngaku salah, mereka tidak sok benar dan tidak bela diri mutar-mutar, serta tidak juga minta dibelain sama pendukungnya. Saya hormati mereka, sehingga sampai saat ini hubungan kami sangat baik.

Bahkan seorang Pendeta Gilbert di Tahun 2024 saat menista Syariat Zakat dalam Khotbah di depan jemaatnya, ketika diprotes Ummat Islam langsung mendatangi MUI dan mengakui kekhilafannya, serta menyatakan penyesalannya dan meminta maaf kepada Ummat Islam melalui MUI, sehingga masalahnya tidak naik ke proses hukum.

Sesimple itu kok selesaikan masalahnya. Pahamkan ?!

Inilah Da'wah kami dengan Nasihat, semoga manfaat dan selesai urusan dengan selamat. Selanjutnya jika tidak bertaubat dan meminta maaf kepada Ummat, maka kami akan lanjut naik ke tingkat Hisbah yaitu Amar Ma'ruf Nahi Munkar melalui Proses Hukum sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.


15. Apa hikmah yang bisa diambil dari peristiwa ini ?

IB HRS : Banyak sekali. Setidaknya kini terlihat dan kita jadi tahu : mana kelompok yang terang-terangan mendukung Penistaan Agama, dan mana kelompok yang selama ini pura-pura bela agama, serta mana kelompok yang ragu membela agamanya, serta mana kelompok yang beriman teguh dan ikhlas dalam membela agamanya.

Semoga ke depan jangan ada lagi yang menistakan agama, karena siapa pun tidak boleh menistakan agama apa pun.

Jakarta, 29 Rajab 1447 H / 18 Januari 2026 M