Rekap Aksi Kemanusiaan FPI–HILMI di Aceh Pascabanjir Bandang Periode: Desember-Januari 2026
Sabtu, 31 Januari 2026
Faktakini.info
---
REKAPITULASI AKSI KEMANUSIAAN FPI–HILMI
PASCA BANJIR BANDANG ACEH
Periode Kegiatan:
*Desember-Januari 2026*
Wilayah Operasi:
Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Tengah, Pidie Jaya, serta wilayah penyangga di sekitarnya.
---
Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh pada NOVEMBER 2025 menyebabkan kerusakan serius pada permukiman warga, fasilitas ibadah, pendidikan, kesehatan, serta sistem air bersih. Ribuan warga kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar, seperti air bersih, pangan, sandang, layanan kesehatan, dan hunian layak.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian kemanusiaan, Front Persaudaraan Islam (FPI) bersama Hilmi melakukan aksi terpadu yang melibatkan relawan lintas daerah untuk membantu percepatan pemulihan masyarakat terdampak banjir bandang Aceh
---
KEGIATAN
1. Menyediakan air bersih bagi warga terdampak.
2. Menyalurkan bantuan logistik, pangan, dan sandang secara merata.
3. Membersihkan lumpur dan memulihkan fasilitas umum.
4. Memulihkan sumber air warga melalui pembersihan sumur.
5. Memberikan layanan kesehatan, spiritual, dan psikososial.
6. Membantu pemulihan hunian serta infrastruktur dasar masyarakat.
---
RUANG LINGKUP DAN CAPAIAN KEGIATAN
---
PENYALURAN AIR BERSIH
1. Skala dan Volume
212+ titik layanan air bersih.
Total hampir 60.000+ liter air terdistribusi.
Rata-rata 2–3 trip per hari.
Kapasitas per trip ± 1.000 liter.
2. Sistem Distribusi
Pengangkutan menggunakan truk tangki.
Pengisian tandon warga dan fasilitas umum.
Distribusi langsung ke rumah-rumah terdampak.
Prioritas pada masjid, mushalla, sekolah, dayah, posko pengungsian, dan RSUD.
Air minum dibeli dari sumber higienis, sedangkan air mandi diambil dari sumber terjangkau yang layak.
3. Wilayah Layanan Utama
Aceh Tamiang:
Bandar Mahligai, Durian (Rantau), Tanjung Karang, Karang Baru, Lubuk Sidup (Sekerak), Kuala Simpang, Matang Seulimeng (Langsa Barat).
Aceh Timur & Pidie Jaya:
Julok, Serba Ulim, Blang Cut (Meureudu), dan sekitarnya.
4. Fasilitas Terlayani
Masjid Nurussalam, Al-Istiqomah, Taqwa Muhammadiyah, Jamik Al-Khairiyah, Al-Huda; Dayah Darul Mukhlisin, Misbahul Arsyad, Alqisra; SD IT Kampung Dalam, Mushalla Darul Huda, serta RSUD Aceh Tamiang.
Dampak
Distribusi air bersih membantu memenuhi kebutuhan dasar warga berupa wudhu, mandi, memasak, dan sanitasi di tengah kerusakan jaringan PDAM serta pencemaran air pascabanjir.
---
PENYALURAN LOGISTIK DAN KEBUTUHAN DASAR
1. Skala Bantuan
Paket logistik dan makanan siap saji: lebih dari 8.000+ paket.
Paket sandang dan perlengkapan keluarga: 300+ paket.
Paket anak, tas sekolah, dan pakaian shalat: 200+ paket.
Kitab kuning, mushaf Al-Qur’an, dan kebutuhan pesantren: 250+ set kitab dan ratusan mushaf.
2. Pengiriman dan Distribusi
Dilaksanakan dalam 4+ tahap pengiriman besar.
Total bantuan mencapai puluhan ton, meliputi:
±25 ton beras.
Ribuan dus mi instan dan air mineral.
±500 kg ikan asin.
Minyak goreng, obat-obatan, dan kebutuhan dapur umum.
3. Kegiatan Khusus
Dapur umum:
Produksi 500–800 porsi per hari.
Distribusi siang dan malam.
Beroperasi di Aceh Tengah, Aceh Tamiang, dan wilayah terdampak lain.
Distribusi pesantren/dayah:
Pakaian shalat, kitab, serta konsumsi santri.
Program Jumat Peduli:
Khutbah Jumat dilanjutkan pembagian bantuan.
Contoh: 300 paket pakaian dan perlengkapan ibadah di Pidie Jaya (22 Januari 2026).
Wilayah terisolir:
Penyaluran menggunakan kendaraan double cabin/bug untuk menjangkau daerah sulit akses.
---
KEGIATAN NON-LOGISTIK
---
A. Pembersihan Lumpur dan Fasilitas
RSUD Aceh Tamiang (28 ruangan, lorong, dan area pelayanan).
Puskesmas Peusangan Siblah Krueng.
Mushalla dan dayah: Darul Ikhsan Langkahan, Putra ABU Tanjong Dalam, Darul Aman Al-Waliyah.
Fasilitas pendidikan:
Dayah Nurul Islam.
Tanwirul Qulub.
Babussalam.
Asyrafil Muridin.
Rumah Tahfidz Ashabul Kahfi.
SMA Negeri 1 Karang Baru (ruang kelas, halaman, laboratorium, perpustakaan, sanitasi).
Total lokasi: lebih dari 10 fasilitas ibadah dan pendidikan.
---
Pemulihan Sumur Warga
10 sumur warga berhasil dibersihkan dan difungsikan kembali.
Lokasi utama: Gampong Meunasah Pulo Peudada dan Kapa Peusangan, Kabupaten Bireuen.
Durasi kerja: lebih dari 6 hari berturut-turut hingga akhir Januari 2026.
Fokus pada pengurasan lumpur, penyedotan, penyikatan dinding, dan sterilisasi.
---
Kegiatan Spiritual, Psikososial, dan Kesehatan
Zikir, doa bersama, dan tausiah penguatan mental warga.
Pendampingan trauma healing bagi korban banjir.
Layanan kesehatan keliling:
Pemeriksaan tekanan darah.
Bekam sunnah.
Pemberian obat dasar.
Ribuan warga tertangani dengan keluhan pascabencana seperti lambung, hipertensi, gatal-gatal, dan gangguan pernapasan.
Dukungan infrastruktur berupa pemasangan panel surya dan lampu penerangan malam.
---
Pemulihan Hunian dan Infrastruktur
Pembangunan Hunian Sementara (Huntara).
Lokasi: Kecamatan Sawang, Aceh Utara.
Tahap awal: 15–30 unit.
Prioritas: janda, lansia, dan keluarga fuqara.
Perbaikan rumah tahfidz, masjid, dan fasilitas sosial masyarakat.
Aksi kemanusiaan FPI–HILMI pascabanjir bandang Aceh merupakan program terpadu yang menggabungkan bantuan material, pelayanan sosial, kesehatan, serta penguatan spiritual.
Dengan penyaluran air bersih, lebih dari 8.000+ paket logistik, pembersihan fasilitas, pemulihan sumur, layanan kesehatan, hingga pembangunan hunian sementara, ribuan warga terbantu dalam masa darurat dan pemulihan.
