Putri Gaddafi peringati rakyat Iran jangan terbuai janji manis dan retorika Barat

 


Ahad, 18 Januari 2026

Faktakini.info, Jakarta - Aisha Gaddafi menyampaikan peringatan keras kepada rakyat Iran agar tidak terbuai oleh janji manis dan retorika Barat. Ia menyerukan warga Iran untuk “bangun” dan belajar dari pengalaman pahit Libya, negara yang menurutnya hancur bukan karena serangan musuh secara terbuka, melainkan akibat kepercayaan berlebihan pada dialog, konsesi politik, dan janji perlindungan yang berujung pengkhianatan.

Aisha menyinggung keputusan ayahnya, Muammar Gaddafi, yang pada masanya memilih melepaskan program strategis Libya demi membuka hubungan dengan dunia internasional dan meredakan tekanan Barat. Namun langkah tersebut justru berakhir pada intervensi militer NATO, runtuhnya negara, serta kehancuran tatanan sosial Libya, yang hingga kini meninggalkan rakyatnya dalam konflik berkepanjangan, kemiskinan, dan ketidakstabilan.

Kepada Iran, Aisha menegaskan bahwa keteguhan menghadapi sanksi dan tekanan ekonomi merupakan bentuk kedaulatan sejati. Ia memperingatkan bahwa kompromi dengan pihak yang secara historis bermusuhan tidak akan membawa perdamaian, melainkan membuka jalan menuju penderitaan panjang dan kehancuran nasional, sebagaimana yang dialami Libya. Tanggapan lo? #feovle