Ikrar Nusa Bhakti; Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit Jangan "Genk Solo"
Selasa, 16 September 2025
Faktakini.info, Jakarta - Pakar politik Ikrar Nusa Bhakti menyampaikan bahwa dalam isu pergantian Kapolri yang sedang beredar, hal yang krusial adalah calon Kapolri pengganti tidak termasuk dalam kategori “Geng Solo”.
Istilah “Geng Solo” merujuk pada figur-figur yang dianggap sangat dekat dengan mantan Presiden Joko Widodo, dan yang menurut Ikrar hubungan kedekatan itu bisa menimbulkan persepsi bahwa calon Kapolri tidak independen.
Ikrar mencontohkan bahwa Kapolri saat ini, Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI, Agus Subiyanto, adalah figur-figur yang masuk dalam label tersebut.
Ia menegaskan masyarakat mengharapkan Kapolri baru tidak hanya sebagai pergantian posisi semata, tetapi membawa reformasi nyata di tubuh institusi Polri, dan mampu membuat langkah-langkah hukum yang tepat.
Selain itu, Ikrar juga menyoroti beberapa kasus yang dianggap belum mendapatkan penyelesaian yang memadai atau transparansi penuh, seperti kasus dugaan ijazah palsu Jokowi dan tuntutan perdata terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta kerusuhan pada akhir Agustus dan awal September 2025 terutama terkait keterlibatan anggota TNI yang menurutnya masih kurang terbuka dalam proses penanganannya.
Ia mengingatkan bahwa citra Presiden Prabowo Subianto sebagai pemegang mandat rakyat akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana Pemimpin Polri dipilih dan bagaimana institusi hukum ditegakkan. Jika pergantian Kapolri tetap sekadar isu tanpa aksi nyata, itu justru bisa merugikan kepercayaan publik terhadap pemerintahan.
Sumber: suara.com

