Belajar politik yg baik dari Rasulullah SAW (Sayyid Idrus Ali al Habsyi S. Fil.i)
Rabu, 17 September 2025
Faktakini.info
Belajar politik yg baik dari Rasulullah SAW
(Sayyid Idrus Ali al Habsyi S. Fil.i)
Politik Rasulullah SAW
1.membangun kekuatan sosial dgn mempersatukan aus dan khazraj. Muhajirin dan Ansor, dari situlah terbangun modal sosial yg kuat, modal politik yg kuat dan modal ekonomi yg kuat
2.Selalu menepati janji dan tidak bohong, seperti perjanjian dgn yahudi, Hudaibiyah
3.Rasulullah SAW selalu mengedepankan konstitusi dlm bermasyarakat, seperti dlm menyusun piagam Madinah, yaitu dokumen yg mengatur tata cara kehidupan antar komponen masyarakat di Madinah, sehingga membuat mereka dalam kesatuan komunitas yg kompok, kokoh, bersatu yg disebut dgn istilah ummah
4.Rasulullah SAW selalu mengedepankan keadilan tanpa memandang status sosial
5.Beliau dlm memimpin selalu mengedepankan musyawarah, beliau selalu mendengar semua orang dlm berpendapat. Seperti pada piagam Madinah. Ini adalah konstitusi pertama di dunia yg menjamin kebebasan beragama dan keadilan sosial, persamaan hak dan melindungi kaum yg lemah
6.Beliau selalu memprioritaskan kemaslahan publik
7.Beliau pemimpin yg menolak gratifikasi. Nabi bukan org yg gila imbalan, beliau pun menolak tegas saat kaum Quraish melalui Abu Tholib melobinya agar berhenti berdakwah dgn iming iming duniawi
Maka dari itu Herbert Spencer seorang tokoh filsuf dunia mengakui kehebatan dan kejujuran Nabi Muhammad SAW. Dia mengatakan hendaklah kalian menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai perlambang politik agama yg tepat dan seorang yg paling jujur dlm menerapkan sistemnya yg suci, ditengah tengah ummat yg manusia seluruhnya. Nabi Muhammad SAW merupakan suatu sosok amanat yg dijelmakan dlm kejujuran yg murni, siang dan malam selalu tekun menghidupkan ummatnya
