[Video] Malaysia Tegaskan Dukungan untuk Palestina, Sikap Tegas Anwar Ibrahim Tuai Pujian Internasional
Senin, 27 Juli 2026
Faktakini.info, Jakarta - Hubungan Amerika Serikat dan Malaysia belakangan menjadi sorotan setelah sejumlah anggota Kongres AS mengkritik kebijakan Malaysia yang tetap mempertahankan pembatasan terhadap Israel, termasuk larangan bagi pemegang paspor Israel untuk memasuki wilayah Malaysia.
Menanggapi tekanan tersebut, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa pemerintahnya tidak akan mengubah sikap terhadap Israel. Menurutnya, pendirian Malaysia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina merupakan prinsip yang tidak bisa ditawar.
"Saya tegaskan pendirian negara bahwa kita tegas tanpa kompromi terhadap entitas haram Zionis Israel. Kita memiliki kedaulatan dan selama saya di sini, saya akan pastikan pendirian kita tidak berubah sama sekali walaupun sebesar apa pun ancamannya," tegas Anwar Ibrahim.
Anwar juga menekankan bahwa Malaysia adalah negara yang berdaulat dan tidak akan menjadi "boneka" kekuatan mana pun. Di sisi lain, ia memastikan hubungan ekonomi, investasi, dan perdagangan dengan Amerika Serikat tetap akan berjalan secara profesional tanpa harus mengorbankan prinsip politik luar negeri Malaysia.
Sikap konsisten Malaysia dalam mendukung Palestina dan menolak normalisasi hubungan dengan Israel mendapat perhatian luas di berbagai forum internasional. Ketegasan Kuala Lumpur dinilai banyak pihak sebagai bentuk komitmen terhadap perjuangan hak-hak rakyat Palestina serta penghormatan terhadap prinsip kemanusiaan dan kedaulatan negara. Dukungan tersebut turut menuai apresiasi dari berbagai kalangan yang memandang Malaysia tetap mempertahankan prinsipnya meski menghadapi tekanan dari negara-negara besar.
Di dalam negeri, pernyataan Anwar Ibrahim juga mendapat respons positif dari banyak kalangan yang menilai pemerintah Malaysia tetap teguh menjaga kebijakan luar negeri yang telah lama berpihak pada perjuangan Palestina.
Karena ketegasan tersebut, sebagian warganet bahkan menjuluki Malaysia sebagai "Harimau Malaya" atau "Macan Asia", sebagai simbol keberanian mempertahankan prinsip di tengah tekanan geopolitik internasional.
Klik video:
