DADA KAMI SESAK (Pembelaan terhadap Bang Gufroni)
Ahad, 26 Juli 2026
DADA KAMI SESAK
Oleh : Ahmad Khozinudin, S.H.
Advokat
"Smoga rekan2 bs membersamai sy di Polda Metro Jaya hr senin esok. Meski sy dipanggil sbg saksi, tp sebetulnya sy sbg terlapor dan tanpa ada surat undangan klarifikasi tiba2 sy dipanggil sbg saksi dan sdh tahap penyidikan. Ini berarti polisi tinggal menetapkan sy sbg tsk apabila sy diperiksa tanpa didampingi kuasa hukum dan dukungan publik. Apabila sy sbg tsk dan ditahan maka sy sdh tdk berbuat amal kebaikan lg untuk membela orang2 yg dizalimi dan bs jd aguan akan lbh mudah merampas tanah rakyat lg krn tdk ada tim advokasi hukum terutama dr LBH AP PP Muhammadiyah. Bila sy ditahan, mhn ada yg melanjutkan perjuangan advokasi melawan oligarki … 🙏🙏"
(Bang Gufroni)
Kutipan diatas, adalah WA yang dikirim oleh Bang Gufron dibeberapa group. Laksana rintihan yang meminta pertolongan, dada kami menjadi sesak dibuatnya.
Betapa tidak...
Bang Gufroni ini adalah Advokat yang terdepan membela rakyat Banten yang dizalimi saat melawan Oligarki PIK-2, dari Kasus Charlie Chandra, hingga warga Kampung Encle. Beliau tidak bertindak atas nama pribadi, beliau menjalankan amanah dari persyarikatan Muhammadiyah.
Bang Gufroni adalah Ketua Tim Riset & Advokasi pada LBH AP PP Muhammadiyah. Selain berjuang melalui meja persidangan, beliau juga berjuang membersamai rakyat Banten dalam banyak kegiatan publik. Dari diskusi, kunjungan lapangan, mengisi kajian hingga demonstrasi.
Saat Demonstrasi Massa di Banten, dimana pada momen tersebut penulis dikeroyok oleh preman anak buah Aguan, Bang Gufroni adalah penyelenggara demonstrasinya bersama elemen aktivis Banten.
Kini, beliau ditarget oligarki melalui Kriminaliasi. Dalihnya, isu SARA dan Rasis.
Kejahatan Aguan telah dikenal luas oleh rakyat Banten. Eng Cun alias Gojali, hingga Ali Hanafi Lijaya orang kepercayaan Aguan, adalah dalang pagar laut. Hingga kini menghilang.
Bang Gufroni mengingatkan Mualem Gubernur Aceh, juga rakyat Aceh agar berhati- hati dengan Aguan dan yayasan Budha Tzu Chi. Jangan sampai, tanah rakyat Aceh dirampas seperti rakyat Banten di PIK-2.
Lalu, tiba-tiba dibuatlah skenario ada orang yang melaporkan ke polisi. Seolah, rakyat Aceh tak terima.
Padahal, barusan Mayjen TNI Purn Soenarko yang dari Aceh juga, setuju dengan Bang Gufroni. Aguan adalah oligarki perampas tanah rakyat Banten.
Ketika kami mendengar seruan permintaan pertolongan, maka kami pasti menolong. Kami, akan hadir di Polda Metro Jaya, besok Senin (27/7) pukul 10.00 WIB, Di Res Siber Polda Metro Jaya.
Miris dengan polisi kita hari ini, yang secara telanjang melayani kepentingan oligarki. Baru saja Komjen Pol Purn Oegroseno dikriminalisasi, kini Bang Gufroni juga ikut digarap polisi. Maunya polisi itu apa? [].
