[Video] MUNAS ASWAJA GARIS LURUS, 1447/2026: HARAM MENCACI CUCU RASUL SAW (BA'ALAWI, ALHASANI & ALHUSAINI)
Selasa, 9 Juni 2026
Faktakini.info
MUNAS ASWAJA GARIS LURUS, 1447/2026
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ
Keputusan Musyawarah Nasional Aswaja Garis Lurus di Aula Pesantren Ilmu Al-Qur’an Singosari Malang, pada hari Selasa, tanggal 23 Dzulhijjah 1447 H, bertepatan dengan tanggal 9 Juni 2026 M.
Sebagai berikut :
1. Bolehkah memilih pemimpin yang terindikasi liberal atau terpengaruh Syiah menjadi Ketua Umum PBNU.
Hukumnya: HARAM.
قالَ اللهُ تَعالى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا
“Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepada kalian membawa suatu berita, maka telitilah terlebih dahulu.” (QS. Al-Hujurat: 6).
قُلۡ یَـٰۤأَهۡلَ ٱلۡكِتَـٰبِ لَا تَغۡلُوا۟ فِی دِینِكُمۡ غَیۡرَ ٱلۡحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوۤا۟ أَهۡوَاۤءَ قَوۡمࣲ قَدۡ ضَلُّوا۟ مِن قَبۡلُ وَأَضَلُّوا۟ كَثِیرࣰا وَضَلُّوا۟ عَن سَوَاۤءِ ٱلسَّبِیلِ
"Katakanlah (Muhammad), 'Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu berlebih-lebihan dengan cara yang tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu suatu kaum yang telah sesat sebelumnya, dan mereka telah menyesatkan banyak orang, serta mereka sendiri telah tersesat dari jalan yang lurus.'" (QS. Al-Mā'idah: 77).
وَأَنَّ هَـٰذَا صِرَ ٰطِی مُسۡتَقِیمࣰا فَٱتَّبِعُوهُۖ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمۡ عَن سَبِیلِهِۦۚ ذَ ٰلِكُمۡ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
"Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah ia. Janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-An‘ām, ayat 153).
ذَهَبَ المالِكِيَّةُ وَالشَّافِعِيَّةُ وَالحَنابِلَةُ عَلَى أَنَّ تَوْلِيَةَ فاسِقٍ لا يَجوزُ
Menurut mazhab Maliki, Syafi'i, dan Hanbali, tidak boleh mengangkat pemimpin dari orang yang fasik atau orang yang kesaksiannya tidak diterima, karena ucapan keduanya tidak dapat dipercaya.
Referensi: Kitab (الفِقْهُ الإِسْلَامِي وَأَدِلَّتُهُ) Juz 8 Halaman 5936. Karya Syaikh Wahbah Az Zuhaily.
2. Bagaimana hukum pimpinan NU membagi uang sogokan (Risywah) untuk memilih calon pengurus PBNU
Hukumnya: HARAM.
Nabi bersabda:
الرّاشِي وَالمُرْتَشِي فِي النّارِ ، حديث صحيح
Orang yang menyuap dan orang yang disuap kelak akan masuk neraka. (HR. At - Thabarani)
لَعَنَ اللهُ الرّاشِي وَالمُرْتَشِي
Allah melaknat orang yang menyuap dan yang disuap. (HR. Abu Daud)
3. Apa hukum warga NU mengucapkan Selamat Hari Natal
Hukumnya: HARAM.
وَيُعَزَّرُ مَنْ وَافَقَ الْكُفَّارَ فِي أَعْيَادِهِمْ، وَمَنْ قَالَ لِذِمِّيٍّ: يَا حَاجُّ، وَمَنْ هَنَّأَهُ بِعِيدِهِ.
Dita‘zir orang yang menyerupai orang-orang kafir dalam hari raya mereka, dan orang yang berkata kepada kafir dzimmi: ‘Wahai Haji’, dan orang yang memberi ucapan selamat kepada kafir dzimmi pada hari rayanya.
Referensi: Kitab (مُغْنِي المحُتَاج) Juz 5 Halaman 526. Karya Al Imam Al-Khatib Al-Syirbini.
4. Bagaimana hukum warga NU menjaga rumah ibadah kaum Nasrani saat Natalan atau Hari Raya agama lain?
Hukumnya: HARAM
أَنَّ الِإعَانَةَ عَلَى المعْصِيَةِ حَرَامٌ مُطْلَقًا بِنَصِّ القُرْآنِ.
Membantu terjadinya maksiat adalah perbuatan yang haram secara mutlak dengan berlandaskan nash Al-Qur’an.
Referensi: Kitab (بُحُوْث فِي قَضَايَا فِقْهِيَّة مُعَاصِرَة) Halaman 360. Karya As Syaikh Muhammad Taqii bin Muhammad Syafii’(شَفِيْع) Al-‘Utsmaanii
5. Bagaimana hukum warga NU mengucapkan Salam Lintas Agama
Hukumnya: HARAM
لَيْسَ مِنّا (مِنَ العامِلِينَ بِهُدانا) مَن تَشَبَّهَ بِغَيْرِنا فِي نَحوِ مَلْبَسٍ وَهَيْئَةٍ وَكلامٍ وَسَلامٍ.
“Bukan termasuk golongan kami (Ahlussunnah wal jamaah) orang yang menyerupai kebiasaan perilaku orang kafir dalam hal pakaian, penampilan, ucapan, dan salam.
Referensi: Kitab (حَاشِيَةُ البُجَيْرِمِي) Juz 4 Halaman 326. Karya Al Imam Al Bujairimi.
6. Bagaimana hukum tokoh NU mencium tangan Paus, pimpinan tertinggi Nasrani dari Vatikan?
Hukumnya: HARAM
أَنَّ كُلَّ ما عَدَّهُ العُرْفُ تَعْظِيماً، وَحَسِبَهُ المُسْلِمُونَ مُوالاةً، فَهُوَ مَنْهِيٌّ عَنْهُ وَلَوْ مَعَ أَهْلِ الذِّمَّةِ.
Segala sesuatu yang menurut kebiasaan umum dianggap sebagai bentuk pengagungan dan loyalitas kepada non-muslim, maka hal itu terlarang, meskipun terhadap ahlu dzimmah.”
Referensi: Kitab (رُوْحُ المعَانِي) Juz 2 Halaman 116. Karya Al Imam Al Alusi.
7. Bagaimana hukum warga NU menyambut tokoh agama lain di masjid dengan iringan rebana & shalawatan?
Hukumnya: HARAM
وَأَمَّا الكُفّارُ فَلا يُقامُ لِأَحَدٍ مِنْهُم.
Adapun orang-orang kafir, maka orang Islam tidak boleh berdiri untuk menghormati satu pun dari orang kafir tersebut.
Referensi: Kitab (الغَايَةُ فِي إخْتِصَارِ النِّهَايَةِ) Juz 1 Halaman 92. Karya Al Imam Izzuddin Bin Abdis Salam.
8. Bagaimana hukum membaca al Quran diiringi dengan musik?
Hukumnya: HARAM, bahkan hingga KUFUR.
مَن قَرَأَ القُرْآنَ عَلَى دُفٍّ أَوْ قَصَبٍ أَوْ عَلَى الإيقاعِ .. كَفَرَ.
Barangsiapa yang sengaja membaca Al-Qur’an dengan iringan rebana, seruling, atau dengan irama musik, maka ia telah kufur.”
Referensi: Kitab (النَّجْمُ الوَهَّاجْ فِي شَرْحِ المِنْهَاج) Juz 9 Halaman 81. Karya Al Imam Ad Damiiri.
9. Apa hukum mencaci maki Dzurriyah (Anak Cucu) Rasulullah SAW, baik dari kalangan Sadah Ba'alawi Alhusaini, maupun dari jalur Alhasani?
Hukumnya: HARAM.
الطَّعْنُ فِي الأَنسابِ يَحْرُمُ.
Mencela nasab hukumnya haram.
Referensi: Kitab (فَيْضُ القَدِير) Juz 1 Halaman 462. Karya Al Imam Al Munawi.
وَسَبُّ آلِ بَيْتِهِ وَأَزْواجِهِ وَأَصْحابِهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - وَتَنَقُّصُهُم حَرامٌ، مَلْعُونٌ فاعِلُهُ.
“Mencela keluarga beliau, istri-istri beliau, dan para sahabat beliau SAW serta merendahkan mereka adalah haram, dan pelakunya terlaknat.”
Referensi: Kitab (الشِّفَا) Juz 2 Halaman 599. Karya Al Imam Al Qadhi Iyadh Al Yahsubi
Adapun dalil selengkapnya Insyaallah kami cantumkan pada buku panduan dan PDF.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Tim koordinator:
KH. LUTHFI BASHORI - KH. IDRUS RAMLI
Klik video:
