Rabithah Alawiyah Gagas Festival Budaya Arab-Betawi Menuju 5 Abad Jakarta

 


Senin, 9 Juni 2026

Faktakini.info, Jakarta - Memenuhi undangan resmi dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, H. Rano Karno, jajaran pengurus DPW Rabithah Alawiyah DKI Jakarta menghadiri pertemuan penting di Balai Kota pada Senin, 8 Juni 2026. Agenda ini digelar untuk menindaklanjuti tantangan (challenge) dari Pemprov DKI Jakarta dalam menyongsong momentum besar perayaan 5 Abad Jakarta tahun depan. Pemprov mendorong Rabithah Alawiyah untuk menggagas sebuah perhelatan akbar yang mengangkat khazanah kebudayaan Arab di Jakarta.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua DPW Rabithah Alawiyah DKI Jakarta, Habib Abdullah bin Zeid Shahab, didampingi Sekretaris DPW, Habib Fadhil Assegaf. Guna memperkuat dokumentasi dan publikasi, tim media Nabawi TV turut mengawal yang diwakili oleh Habib Muchsin Assegaf dan Habib Fikri Shahab. Selain itu, hadir pula Bapak H. Hendi Supandi sebagai perwakilan resmi dari Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) untuk menyelaraskan visi asimilasi budaya lokal.





Sinergi Khazanah Budaya, Sejarah, dan Dakwah
Pertemuan yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut memaparkan konsep acara yang disambut baik oleh pihak pemerintah daerah. Gagasan festival ini mengintegrasikan kekayaan historis dan kontribusi nyata Alawiyyin di tanah Betawi. Ruang lingkup perhelatan dirancang secara tematis meliputi:

Sejarah & Dakwah: Rekam jejak dan kontribusi para dai dalam merekatkan persatuan sosial di Jakarta.
Seni & Kebudayaan: Eksibisi seni Islami yang menjadi jembatan ukhuwah lintas generasi.
Kuliner & Asimilasi: Menampilkan keterikatan budaya kuliner Arab-Betawi yang telah mengakar berabad-abad.
Pihak Pemprov DKI Jakarta memberikan apresiasi tinggi terhadap draf konsep yang diajukan. Sinergi ini diproyeksikan masuk ke dalam rangkaian utama perayaan 500 tahun Jakarta untuk mengedukasi warga mengenai keragaman akar sejarah kota.

Ikhtiar Merawat Persatuan Bangsa
Kolaborasi antara umara, ulama, dan lembaga kebudayaan seperti LKB menjadi modal penting dalam merawat stabilitas sosial kota. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkokoh jatidiri Jakarta sebagai kota yang menghargai sejarah religiusitas dan keterbukaan budaya. Dalam pandangan syariat, upaya merawat kebersamaan dan kerja sama dalam kebaikan merupakan sebuah keniscayaan.

Melalui nakhoda DPW Rabithah Alawiyah DKI Jakarta, rencana besar ini diharapkan menjadi motor penggerak dakwah yang santun, merangkul, dan membawa maslahat luas bagi seluruh warga Jakarta.

Wallahu a’lam bishawab.

Sumber: nabawitv.net