MENGUNGKAP FAKTA DI BALIK FITNAH DAN KEDUSTAAN YANG DITEBAR OLEH GEROMPOLAN IMADUDDIN CS (MUKIMAD)
MENGUNGKAP FAKTA DI BALIK FITNAH DAN KEDUSTAAN YANG DITEBAR OLEH GEROMPOLAN IMADUDDIN CS (MUKIMAD)
Sudah bukan rahasia lagi, makin hari makin terang benderang, dan makin terbongkar sampai ke akar-akarnya: Gerombolan Imaduddin Sarman atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kelompok Mukimad, adalah kelompok yang berdiri di atas pondasi kebohongan, bergerak dengan menyebarkan fitnah, dan hidup dengan memutarbalikkan fakta sejarah.
Di balik topeng mereka yang mengaku sebagai "pelurus sejarah", "pembela Islam", dan "penjaga nasab", tersembunyi niat buruk, kebencian yang membatu, dan ketidaktahuan yang luar biasa besar. Mereka sibuk menyerang keturunan Rasulullah ﷺ, memfitnah keluarga Ba ‘Alawi, dan mengadu domba umat... padahal semua yang mereka ucapkan dan tulis TIDAK BERDASARKAN DALIL YANG SAHIH, melainkan rekayasa belaka.
Berikut ini kami ungkapkan satu per satu fakta nyata, bukti keras, dan kebusukan yang ada di balik kedok mereka, agar seluruh umat sadar, tidak tertipu, dan menolak tegas segala kebohongan yang mereka sebarkan.
1. PONDASI MEREKA ADALAH KITAB PALSU: SAJAROH MUBAROKAH
Ini adalah fakta paling utama, paling mematikan, dan sudah terbukti kebenarannya oleh seluruh pakar sejarah dan ulama dunia.
Selama bertahun-tahun, Imaduddin Cs berteriak lantang:
"Semua kitab rujukan ulama besar itu palsu, semua sudah diubah, semua rekayasa! Satu-satunya kitab yang asli dan benar hanyalah Sajaroh Mubarokah!"
Mereka menjadikan kitab ini sebagai satu-satunya pegangan, satu-satunya sumber tulisan, dan satu-satunya "kitab suci" bagi pemikiran sesat mereka. NAMUN FAKTANYA?
❌ TIDAK ADA BUKTI KEASLIAN SEDIKIT PUN!
Sampai detik ini, Imaduddin BELUM PERNAH DAN TIDAK MAMPU menunjukkan naskah asli kuno kitab tersebut. Tidak ada salinan tulisan tangan zaman dulu, tidak ada bukti fisik berumur ratusan tahun, tidak ada penulis yang jelas, tidak ada tahun penulisan yang pasti. Yang ada hanyalah cetakan belakangan, tidak jelas asal-usulnya, tidak jelas siapa yang menyusunnya.
❌ ISINYA BERTENTANGAN DENGAN SEMUA KITAB ASLI DAN OTENTIK!
Kitab ini isinya menyimpang jauh dari fakta sejarah yang tertulis di ratusan kitab sezaman, mulai dari Majma’ Al-Ahbab karya Al-Hafidz Az-Zabidi, Asy-Syajarah Az-Zakiyyah, kitab-kitab ulama Hadramaut, hingga catatan sejarah ulama Nusantara. Semua ahli sejarah sepakat: Kitab ini adalah karangan MODERN, rekayasa BELAKANGAN, dibuat khusus untuk membenarkan kebencian mereka saja.
❌ STANDAR GANDA YANG LUAR BIASA!
Aneh dan konyolnya: Kalau kitab kita ada naskah asli, ada penulis jelas, ada di perpustakaan dunia... mereka bilang "Palsu!". Tapi kitab mereka yang kosong buktinya, tidak ada penulisnya... mereka bilang "Asli dan sahih!". Ini namanya penipuan! Ini namanya orang tidak waras!
KESIMPULAN:
Dasar rumah mereka saja sudah RUSAK DAN PALSU. Bagaimana mungkin isi kepala dan ucapan mereka bisa benar? TIDAK MUNGKIN! Semua yang keluar dari mulut mereka bersumber dari kitab palsu, maka otomatis SEMUA UCAPAN MEREKA ADALAH KEBOHONGAN!
2. MENUDUH ORANG LAIN PALSU, PADAHAL MEREKALAH YANG MEMALSUKAN FAKTA
Ciri khas utama gerombolan Imaduddin Cs adalah: Gemar menuduh orang lain melakukan apa yang sebenarnya mereka sendiri lakukan.
Mereka berteriak: "Ba ‘Alawi itu memalsukan nasab!", "Habaib itu penipu!", "Ulama dulu itu tertipu!"
Padahal kalau kita teliti satu per satu, MEREKALAH YANG BENAR-BENAR MEMALSUKAN SEGALA SESUATU!
🔹 MEMALSUKAN ARTI KATA DAN ISTILAH:
Mereka sengaja mengubah arti kata-kata sejarah agar sesuai dengan keinginan mereka. Contoh:
- Kata "Alawi" yang jelas merujuk pada nama leluhur mereka (Alawi bin Utsman bin Ahmad bin Muhammad), mereka ubah artinya jadi "orang yang taat" atau arti lain sembarangan.
- Kata "Hijrah ke Hadramaut" yang tertulis jelas di kitab Az-Zabidi, mereka ubah konteksnya jadi hal lain.
Tujuannya cuma satu: Memutarbalikkan fakta agar nasab Ba ‘Alawi terlihat putus. Padahal semua ulama bahasa dan sejarah menolak pemalsuan arti kata ini.
🔹 MEMOTONG DAN MENGGUNTING KITAB:
Mereka sering memotong ayat atau tulisan dalam kitab rujukan, lalu menempelkannya sembarangan, lalu mengaku: "Lihat, kitab ini mendukung kami!". Padahal kalau dibaca utuh satu halaman penuh, maknanya berbanding terbalik dan justru mematahkan argumen mereka. Ini adalah tindakan penipuan akademis yang sangat rendah.
🔹 MENGGUNAKAN TEKNOLOGI UNTUK MEMBOHONGI:
Seperti rekannya Sugeng Sugiarto, mereka gemar membuat grafik, silsilah, atau gambar palsu dengan bantuan AI/Gemini. Gambar buatan komputer itu mereka sebar seolah-olah itu dokumen kuno atau hasil penelitian ilmiah. Sungguh memalukan, menipu rakyat banyak dengan teknologi canggih demi menyebarkan kebohongan kuno.
JADI JELAS:
Merekalah pemalsu sesungguhnya! Merekalah penipu ulung! Dan mereka menuduh orang lain melakukan apa yang mereka kerjakan setiap hari.
3. BUKAN AHLI APA-APA, CUMA PENGHALUSINASI & PEMBENCI
Ini fakta yang paling sering disembunyikan Imaduddin Cs: MEREKA SAMA SEKALI BUKAN AHLI DI BIDANG YANG MEREKA BAHAS.
Coba kita bedah latar belakang mereka:
❌ KI IMADUDDIN SARMAN:
Mengaku ahli sejarah, ahli nasab, ahli keturunan, ahli bahasa Arab... tapi:
- Tidak punya latar belakang pendidikan sejarah formal.
- Tidak pernah belajar di pusat studi sejarah Arab atau Hadramaut.
- Kemampuan bahasa Arabnya sangat terbatas, sering salah terjemah dasar.
- Tidak mengerti metode penelitian naskah kuno.
KESIMPULAN: Orang awam yang sok pintar, penghalusinasi, dan pandai mengarang cerita.
❌ SUGENG SUGIHARTO:
Ini yang paling lucu dan sering jadi bahan tertawaan publik. Dia yang paling berisik, paling galak, paling sering menuntut tes DNA... tapi:
- ASLINYA AHLI PERIKANAN! Doktor di bidang budidaya ikan! Pahamnya cuma urus kolam, racik pakan, dan budidaya ikan nila/mujahir.
- BUKAN AHLI GENETIKA / DNA! Dia cuma jadi agen penjual jasa tes DNA dari perusahaan luar, dia sendiri tidak paham apa-apa soal genetika manusia.
- HASIL PENELITIAN DIPUTARBALIKKAN! Hasil tes asli dia ubah sesuka hati supaya cocok dengan hawa nafsunya.
KESIMPULAN: Penjual jasa yang gagal, dagangannya sudah rungkard, makanya ngamuk sana-sini.
❌ MUKIMAD & ANGGOTA LAINNYA:
Hanya pengikut buta, tidak punya ilmu apa-apa, tidak pernah baca kitab asli, tidak paham sejarah. Hidupnya cuma buat ikut-ikutan membenci, menyebar kebencian, dan menghina Ahlul Bait.
JADI JELAS:
Tidak ada satu pun di antara mereka yang berhak bicara soal sejarah, nasab, atau agama. MEREKA BUKAN SIAPA-SIAPA! Bagaimana mungkin orang awam, bodoh, dan penipu... berani menilai dan membatalkan nasab yang sudah diakui ratusan ulama besar selama 1.400 tahun? GILA!
4. MENENTANG ULAMA BESAR & SANAD KEBANGGAAN KITA
Paling parah dan paling fatal: Gerombolan Imaduddin Cs ini ternyata SEDANG BERADA DI GARIS TERDEPAN MENENTANG ULAMA BESAR KITA SENDIRI.
Mereka menuduh kitab Majma’ Al-Ahbab karya Al-Hafidz Az-Zabidi (W 893 H) itu palsu.
Padahal:
✅ Al-Hafidz Az-Zabidi adalah ulama besar abad ke-9 H, ahli hadits, guru dari Imam Ibnu Diba’i (pengarang Maulid Diba’).
✅ Beliau menulis jelas: Ba ‘Alawi adalah Min Dzurriyati Rosul, mereka hijrah dari Irak ke Hadramaut, nama-nama tokohnya dicatat satu per satu.
✅ Kitab ini sangat dicintai dan dijadikan rujukan oleh Al-Habib Abdullah Al-Haddad, wali besar kita.
✅ Ulama besar Indonesia seperti Syaikhina KH. Maimoen Zubair & KH. Muhammad Najih MZ punya sanad bersambung ke tokoh Ba ‘Alawi yang disebut Az-Zabidi.
Artinya:
Kalau kalian menganggap tulisan Az-Zabidi itu palsu... berarti kalian juga menganggap:
❌ Guru pengarang Maulid Diba’ itu salah dan tertipu.
❌ Habib Abdullah Al-Haddad itu salah dan tertipu.
❌ KH. Maimoen Zubair & KH. Muhammad Najih itu salah dan tertipu.
❌ Dan seluruh rantai sanad keilmuan kita itu rusak dan salah.
INI DOSA BESAR!
Kalian tidak cuma menyerang Habaib... tapi kalian sedang menyerang seluruh sejarah Islam kita, menyerang ulama-ulama besar kita, dan memutus rantai sanad keilmuan kita sendiri.
Ingat sindiran tajam masyarakat:
"Ono wong Dhibaan kok batalno nasab Ba ‘Alawi... ati-ati lho ya!"
(Ada orang yang suka baca Maulid Diba', tapi membatalkan nasab Ba 'Alawi... hati-hati lho ya!)
Itu namanya KONTRADIKSI PARAH! Ikut muridnya tapi tolak gurunya sendiri. DASAR BINGUNG!
5. MOTIF SESUNGGUHNYA: IRI HATI, POLITIK, DAN KEPENTINGAN KELOMPOK
Lalu apa sebenarnya tujuan mereka? Kenapa mereka mati-matian menebar fitnah?
Jawabannya sederhana dan sudah terbukti:
✅ IRI HATI YANG MEMBUTA KAN HATI:
Mereka tidak kuat melihat kemuliaan, kehormatan, dan kecintaan umat kepada Ahlul Bait. Melihat Haul Habib Abu Bakar Assegaf, Habib Syech, atau Habib Umar yang dihadiri ratusan ribu orang... hati mereka panas, iri, dan gatal sekali. Mereka ingin posisi mulia itu, tapi karena tidak punya darah dan ilmu, mereka memilih jalan jahat: MERUSAK DAN MEMFITNAH.
✅ KEPENTINGAN EKONOMI & BISNIS:
Lihat saja Sugeng Sugiarto: Dia hidupnya dari jual tes DNA. Kalau orang percaya nasab Ba ‘Alawi... dagangannya sepi. Kalau orang ragu dan berantakan... dagangannya laku. Makanya dia bikin keributan demi keuntungan materi semata.
✅ INGIN JADI PEMIMPIN TAPI TIDAK DIPERCAYA:
Mereka ingin diakui sebagai ulama, ingin diikuti orang banyak... tapi karena ilmunya kosong dan akhlaknya buruk, tidak ada yang percaya. Akhirnya mereka bikin kelompok sendiri, bikin sejarah sendiri, bikin aturan sendiri, supaya mereka jadi "raja kecil" di sana.
✅ MENJADI ALAT KEKUASAAN:
Banyak bukti menunjukkan gerakan mereka didanai dan diarahkan oleh pihak-pihak tertentu yang ingin merusak persatuan umat Islam Nusantara. Mereka dijadikan ALAT PENGADU DOMBA untuk memecah belah persaudaraan Kyai dan Habib, yang menjadi kekuatan utama umat kita.
KESIMPULAN: GEROMBOLAN MUKIMAD = PENEBAR FITNAH & PEMUSNAH PERSAUDARAAN
Setelah kita bongkar habis semua fakta, tidak ada lagi keraguan:
Gerombolan Imaduddin Cs (Mukimad) adalah kelompok yang BERDIRI DI ATAS KEBOHONGAN, BERGERAK DENGAN FITNAH, DAN AKAN RUNTUH BERSAMA KEBOHONGAN ITU.
Mereka:
❌ Pakai kitab palsu, tapi menuduh kitab asli palsu.
❌ Memalsukan fakta, tapi menuduh orang lain pemalsu.
❌ Bukan ahli apa-apa, tapi sok jadi guru besar.
❌ Menyerang ulama kita sendiri.
❌ Tujuan utamanya: Memecah belah umat demi kepentingan pribadi & kelompok.
Pesan tegas untuk mereka:
BERHENTILAH! Jangan terus menebar dosa fitnah yang berat itu. Sejarah sudah tertulis ratusan tahun sebelum kalian lahir, dan tidak akan berubah karena ocehan kalian yang kosong itu.
Dan pesan untuk kita semua para Muhibbin, para pencinta Rasulullah ﷺ, dan pengikut Ahlussunnah:
✅ JANGAN TERTIPU! Kenali mereka dari buah karyanya. Buahnya pahit, isinya kebencian, tandanya pemecah belah. Itu tandanya bukan dari kebenaran.
✅ JANGAN MAU DIPECAH BELAH! Itu harapan satu-satunya mereka. Kalau kita bersatu, mereka runtuh. Kalau kita berantakan, mereka senang. JANGAN KASIH KELONGGAR!
✅ TERUSKAN MENYEBARKAN CINTA! Makin mereka fitnah, makin kita makin cinta. Makin mereka benci, makin kita makin bersatu.
KEBENARAN SUDAH TERBONGKAR! GEROMPOLAN MUKIMAD ADALAH PENEBAR FITNAH! KEBENARAN TETAP BERDIRI KOKOH! ✊🔥
