Dokter; Tifa Buzzer, termul, berteriak, berkotek, menyalak berisik: P21. P21. P21

 


Sabtu, 6 Mei 2026

Faktakini.info

Dokter Tifa

Buzzer, termul, berteriak, berkotek, menyalak berisik:
 P21. P21. P21. 
Bahkan sebagian sudah menggelar pesta. 
Seolah itu akhir. 
Seolah itu vonis sebelum pengadilan berbicara.

Tapi di dalam diamku…
aku tahu, ini bukan akhir. Ini justru permulaan dari ujian yang sesungguhnya.

Aku masih diberi kewajiban Wajib Lapor ke. POLDA. 
Sudah 7 bulan mwnjadi Tahanan Kota. 
Setiap minggu di sela-sela kesibukanmu bersiap Ujian S3. 
Aku hadir tak pernah mangkir.

Kuhikmati, 
Setiap langkah kakiku ke kantor polisi untuk wajib lapor,
bukan sekadar prosedur. 

Langkah ini adalah pengingat
bahwa kebenaran sering kali harus berjalan sendirian,
di tengah riuhnya tuduhan dan kebisingan opini.

Aku tidak lari.
Aku tidak bersembunyi.
Aku datang. Berkali-kali. Puluhan kali. Dengan kepala tegak.

Karena yang aku bawa bukan sekadar argumen,
tapi keyakinan.

Mereka mungkin punya kekuasaan untuk menetapkan status.
Tapi aku punya sesuatu yang tidak bisa mereka sentuh:
ketenangan hati yang tahu, 
bahwa aku tidak berdiri di atas kebohongan.

P21?
Silakan.

Jika itu jalan menuju pengadilan,
maka biarlah pengadilan menjadi tempat di mana semuanya dibuka
tanpa framing, tanpa manipulasi, tanpa narasi yang dipelintir.

Aku tidak takut pada proses.
Aku hanya takut jika kebenaran dibungkam.

Dan selama aku masih bisa melangkah,
masih bisa berbicara,
masih bisa berpikir…

maka aku akan tetap berdiri.

Bukan karena aku ingin melawan,
tapi karena aku tidak bisa memilih untuk diam melihat kebathilan.