FPI Kota Pare Pare Bagikan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Bacukiki Barat
Selasa, 21 April 2026
Faktakini.info, Jakarta - Detik-detik Mencekam di Parepare: Api Luluhlantakkan Permukiman, Front Persaudaraan Islam FPI Kota Parepare, Tokoh Masyarakat dan Pengusaha Muslim Bergerak Cepat Bantu Korban.
Ketenangan sore di Jalan Matalie, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, mendadak pecah oleh kepanikan hebat pada Senin, 20 April 2026, sekitar pukul 17.30 WITA. Kobaran api muncul dan dalam hitungan menit membesar, melahap rumah-rumah panggung yang sebagian besar berbahan kayu.
Warga sekitar berhamburan keluar rumah saat asap hitam pekat mulai membumbung tinggi ke udara. Suara teriakan dan kepanikan terdengar di berbagai sudut, sementara api terus menjalar dengan cepat dari satu bangunan ke bangunan lain. Struktur rumah yang mudah terbakar membuat upaya penyelamatan harta benda nyaris tidak memungkinkan.
Data terbaru menunjukkan bahwa tiga rumah terdampak dalam peristiwa ini. Dua di antaranya hangus terbakar tanpa tersisa, sementara satu rumah lainnya mengalami kerusakan sekitar 50 persen, terutama pada bagian dinding akibat jilatan api.
Sejumlah saksi mata menyebutkan bahwa mereka sempat melihat salah satu penghuni keluar dari rumah saat api mulai membesar sambil berteriak di jalan. Namun demikian, hingga saat ini pihak berwenang belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penyebab pasti kebakaran, dan proses penyelidikan masih terus berlangsung.
Saat kejadian, penghuni rumah diketahui berada seorang diri, sementara anggota keluarganya tengah berada di luar untuk bekerja. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Meski demikian, kerugian material diperkirakan sangat besar karena sebagian besar bangunan beserta isinya hangus terbakar.
Di tengah duka yang menyelimuti, gelombang kepedulian sosial segera mengalir. Front Persaudaraan Islam FPI Kota Parepare tercatat sebagai ormas Islam pertama yang turun langsung ke lapangan dengan menyalurkan bantuan beras untuk memenuhi kebutuhan pokok para korban yang kehilangan tempat tinggal.
Aksi kemanusiaan ini turut diperkuat oleh tokoh masyarakat Muhammad Arief Attas yang menyalurkan bantuan mie instan sebagai kebutuhan darurat. Dukungan juga datang dari kalangan pengusaha Muslim, yakni Toko Cahaya Mustika Soreang dan Toko Cahaya Lumpue, yang memberikan bantuan dana guna membantu para korban memulai kembali kehidupan mereka dari nol.
Peristiwa ini menjadi pengingat serius akan tingginya risiko kebakaran di kawasan permukiman dengan dominasi material kayu, terutama pada kondisi padat penduduk. Di sisi lain, kejadian ini juga memperlihatkan bahwa di tengah musibah, nilai solidaritas, kepedulian, dan gotong royong masyarakat tetap hidup dan menjadi kekuatan utama dalam menghadapi cobaan.




