API DKI Desak Polisi Tangkap Pemabuk yang Mengeroyok Warga di Jalan Rasuna Said Jaksel

 


Ahad, 3 Januari 2026

Faktakini.info

ADVOKAT PERSAUDARAAN ISLAM DKI JAKARTA MENDESAK POLISI MENANGKAP PELAKU PREMANISME DENGAN BERMABUK-MABUKAN YANG MELAKUKAN PENGEROYOKAN KEPADA SEORANG WARGA DI JALAN RASUNA SAID, JAKARTA SELATAN

Seorang warga berinisial (EP) menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok Pemuda mabuk di Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi di sekitar food court samping SPBU arah Patra Kuningan, tepatnya di lokasi sebuah gerobak warung kopi. Saat itu, korban sedang memesan kopi ketika mendengar pemilik gerobak menegur tiga orang yang diduga mabuk dan berada di lokasi tersebut.

Pemilik gerobak kopi sempat memperingatkan agar mereka tidak mabuk di tempat umum dan mengancam akan melaporkan kejadian tersebut. Tak lama berselang, pemilik gerobak menghubungi seseorang yang diduga pengurus lingkungan setempat. Setelah orang yang dihubungi datang, terjadi cekcok adu mulut di lokasi.

Situasi kemudian memanas ketika salah satu dari orang yang mabuk tersebut mendatangi pemilik gerobak kopi dan langsung terlibat perkelahian. Dua orang lain yang diduga mabuk turut bergabung dalam perkelahian tersebut.

Melihat kejadian itu, korban merekam peristiwa perkelahian menggunakan telepon genggamnya. Namun, salah satu pelaku meminta korban untuk menghapus rekaman tersebut. Korban menuruti permintaan tersebut dan menghapus video yang direkamnya.

Para Pelaku yang berjumlah enam sampai tujuh orang melakukan intimidasi dan pengeroyokan terhadap korban.

Hingga berita ini diturunkan, korban telah melaporkan kejadian tersebut di Polsek Setiabudi* dengan Nomor Laporan Polisi LP/B/4/I/2026/Sek.Budi/Res.Jaksel/PMJ tertanggal 3 Januari 2025.

Advokat Persaudaraan Islam DKI Jakarta mendesak agar dalam wilayah hukum Polda Metro Jaya khususnya Kepolisian Polsek Setia Budi agar segera menangkap pelaku premanisme, mengingat saat ini Polda Metro Jaya sedang menggalakan basmi premanisme.