[Video] Anggota Dewan Syuro DPP FPI Sumut Isi Tausiyah Acara Maulid di Rutan Kelas 1 Tanjung Gusta Medan
Suasana haru dan khidmat menyelimuti Rutan Kelas I Medan pada Senin malam, 8 September 2025.
Lebih dari 1.200 warga binaan muslim larut dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah yang dikemas dalam sebuah Tabligh Akbar penuh makna.
Tak seperti hari-hari biasa, halaman rutan berubah menjadi lautan putih.
Para warga binaan duduk rapi, bershalawat, dan menyimak tausiyah dari tiga habaib yang khusus hadir untuk mengisi acara.
Mereka adalah Al Habib Haydar Bin Muhammad Alathas (Pimpinan Majelis Maidan Sekaligus Anggota Dewan Syuro DPP FPI Sumut) , Al Habib Husein Bin Alwi Al-Hamid, dan Al Habib Salim Bin Alwi Al-Hamid.
Dalam tausiyahnya, para habaib mengingatkan kembali tentang keteladanan Rasulullah SAW yang menjadi rahmat bagi semesta alam.
Pesan damai, akhlak mulia, serta kasih sayang kepada sesama menjadi inti yang ditekankan.
Lantunan Shalawat Menggetarkan Rutan Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lalu disambung dengan shalawat bersama.
Dentuman suara para warga binaan yang bersatu dalam lantunan pujian membuat suasana semakin syahdu.
Beberapa terlihat menitikkan air mata, hanyut dalam rasa cinta kepada Rasulullah SAW.
Momen itu menjadi titik refleksi, meski berada di balik jeruji besi, kerinduan mereka pada sosok Nabi tetap membuncah.
Harapan dari Kepala Rutan Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya, menegaskan bahwa kegiatan Maulid Nabi ini bukan hanya sekadar seremonial, melainkan momentum penting untuk membangun keimanan dan semangat kebersamaan di lingkungan pemasyarakatan.
“Melalui peringatan Maulid Nabi, saya berharap seluruh warga binaan mampu memperbaiki diri dengan meneladani akhlak Rasulullah, serta memperkuat ukhuwah di dalam rutan ini,” ujarnya penuh harap didampingi KPR M Harun Al Rasyid.
Tabligh Akbar kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin para Habaib.
Doa dipanjatkan bukan hanya untuk para warga binaan dan petugas rutan, tetapi juga untuk keselamatan bangsa dan negara.
Bagi sebagian warga binaan, acara ini menjadi momen yang menyentuh hati.
Ada yang merasa seperti mendapatkan kesempatan baru untuk lebih dekat dengan Allah, ada pula yang melihatnya sebagai awal perjalanan memperbaiki diri.
Klik video:






